HOLOPIS.COM, JAKARTA – Serangan udara gabungan yang dilaporkan dilakukan Israel dan Amerika Serikat menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran selatan pada Sabtu (28/2). Media lokal menyebut jumlah korban tewas diperkirakan mencapai 160 orang.
Informasi tersebut disampaikan dengan mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak manusiawi.
“Tidak manusiawi,” demikian pernyataan Pezeshkian yang disampaikan melalui kantor kepresidenan Iran, dikutip Holopis.com, Minggu (1/3).
Ia juga meminta seluruh fasilitas bantuan, tenaga medis, serta pejabat terkait di wilayah tersebut untuk memprioritaskan penanganan korban luka.
Pezeshkian menekankan pentingnya memberikan perawatan segera dan tanpa hambatan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia bagi para korban dan keluarga mereka.
Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan jumlah korban tewas berada di angka 85 orang. Data korban masih terus diperbarui seiring proses evakuasi dan penanganan di lokasi kejadian.
Sebagai informasi, serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang semakin meluas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Dalam beberapa hari terakhir, kedua pihak saling melancarkan operasi militer yang berdampak hingga ke negara-negara Teluk.
Serangan balasan Iran dilaporkan menargetkan aset militer AS di kawasan, sementara sejumlah negara meningkatkan status keamanan dan menutup sebagian wilayah udaranya. Aktivitas penerbangan internasional juga terganggu karena maskapai memilih mengalihkan rute untuk menghindari area konflik.
Perkembangan situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya dampak kemanusiaan dan keamanan regional, seiring meningkatnya intensitas serangan di berbagai titik.

