HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Rumania dikonfirmasi positif mengidap penyakit kusta (lepra). Kasus ini menjadi yang pertama dilaporkan di Rumania setelah lebih dari 44 tahun tanpa kasus serupa.
Dikutip Holopis.com dari CNA, Menurut laporan dari otoritas kesehatan Rumania, kedua WNI tersebut berusia 21 dan 25 tahun, dan bekerja sebagai terapis pijat di sebuah spa di kota Cluj-Napoca. Kini, kedua pekerja migran tersebut sedang dirawat di fasilitas kesehatan setempat.
Apa itu Penyakit Kusta?
Lantas, apa itu penyakit kusta? Dikutip Holopis.com dari Alodokter Kementerian Kesehatan RI, kusta merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan.
Kusta juga dikenal sebagai lepra atau penyakit Hansen, dimana penyakit ini dapat menimbulkan gejala mati rasa, lesi kulit, hingga gangguan pada otot dan indra peraba. Penyakit kusta juga dapat membuat penderitanya mengalami diskriminasi, sehingga berdampak pada kondisi psikologis hingga penurunan kepercayaan diri atau insecure.
Penyebab Kusta
Kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae, dimana bakteri ini menyebar melalui percikan cairan dari saluran pernapasan seperti ludah atau dahak penderita yang keluar ketika batuk atau dahak.
Bakteri penyebab kusta akan memerlukan waktu lama untuk berkembang biak di dalam tubuh manusia, sehingga gejalanya sering kali baru muncul bertahun-tahun setelah infeksi.
Kusta bukanlah penyakit yang mudah menular hanya dikarenakan bersentuhan, bersalaman, duduk bersama, atau bahkan berhubungan intim, dan juga tidak menular dari ibu ke janin. Penyakit ini akan tertular ketika seseorang terkena percikan cairan dari saluran pernapasan (ludah/dahak) penderita kusta.
Adapun selain penularan secara langsung melalui percikan cairan penderitanya, beberapa faktor berikut juga dapat meningkatkan risiko terkena kusta, antara lain:
- Sering bersentuhan dengan hewan pembawa bakteri kusta seperti armadillo.
- Tinggal atau berkunjung ke daerah endemik kusta.
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
Gejala Kusta
Tidak seperti penyakit kulit pada umumnya, gejala kusta biasanya akan berkembang secara bertahap dengan gejala atau tanda awal yang tidak begitu jelas.
Adapun, gejala-gejala yang dapat ditandai sebagai penyakit kusta sebagai berikut:
- Kulit menjadi mati rasa dan kehilangan sensitivitas terhadap suhu, sentuhan, tekanan, atau nyeri.
- Kulit menjadi kaku, kering, dan tidak dapat berkeringat (anhidrosis)
- Terdapat luka di telapak kaki yang tidak terasa nyeri
- Muncul benjolan atau pembengkakan di wajah dan telinga
- Terdapat bercak kulit yang lebih pucat dibanding kulit disekitarnya
- Terjadi pembesaran saraf, biasanya di bagian siku dan lutut
- Otot melemah terutama di bagian tangan dan kaki
- Alis dan bulu mata hilang permanen
- Mata menjadi kering dan jarang berkedip
- Mengalami mimisan, hidung tersumbat, hingga kehilangan tulang hidung.
Jenis-jenis Kusta
Berdasarkan tingkat dan keparahannya, kusta dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis, yaitu:
- Intermediate leprosy, ditandai dengan beberapa lesi datar berwarna pucat atau lebih cerah daripada warna kulit sekitarnya, yang terkadang dapat sembuh dengan sendirinya
- Tuberculoid leprosy, dengan gejala beberapa lesi datar yang kadang berukuran besar, mati rasa, dan saraf membesar
- Borderline tuberculoid leprosy, yang ditandai dengan keluhan lesi berukuran kecil dan lebih banyak daripada tuberculoid leprosy
- Mid-borderline leprosy, yaitu berupa lesi kemerahan yang tersebar secara acak dan asimetris, mati rasa, dan pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar kusta
- Borderline lepromatous leprosy, yakni lesi yang berjumlah banyak dengan bentuk datar atau benjolan, dan bisa menimbulkan keluhan mati rasa
- Lepromatous leprosy, yang ditandai dengan keluhan berupa lesi yang tersebar dengan simetris, lesi timbul mengandung banyak bakteri, rambut rontok, gangguan saraf, serta kelemahan anggota gerak
Demikian penjelasan tentang penyakit kusta, mulai dari penyebab,gejala, hingga jenis-jenisnya berdasarkan tingkat keparahannya. Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan diatas, segera periksakan diri ke dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.


