HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sopir mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) berinisial AI yang menabrak gerbang SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara (Jakut) pada Kamis (11/12/2025) pagi WIB hingga menyebabkan 22 korban termasuk siswa dan guru, mengaku salah menginjak gas saat hendak menginjak rem.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar kepada awak media di Kantor Polres Metro Jakut, pada Jumat (12/12/2025).
“Ya dari kondisi yang disampaikan, yang bisa kita sampaikan, salah menginjak pedal. Yang seharusnya dia menginjak rem pada saat dia berbelok gitu, tapi dia salah menginjak gas,” kata Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar kepada awak media pada Jumat (12/12/2025).
Onko menjelaskan, AI yang saat itu panik karena salah menginjak gas akhirnya panik dan berusaha membelokkan mobil ke arah kiri untuk menghindari kerumunan massa di depannya.
“Karena panik, dia (AI) akhirnya tidak bisa mengontrol lagi makanya dia tetap berusaha membelokkan itu ke kiri. Karena pertimbangannya dia merasa di depan itu banyak orang, berusaha seminimum mungkin dia ke kiri supaya dia menghindari kerumunan itu,” ujar Onko.
Adapun penyebab terjadinya kecelakaan tersebut dijelaskan Kapolres Metro Jakut Kombes Pol Erick Frendriz adalah karena AI kelelahan dikarenakan kurangnya istirahat sebelum mulai mengendarai mobil tersebut.
“Tersangka, jadi sebelum kejadian tidur baru sekitar jam 04.00 pagi. Kemudian jam 05.30 tersangka sudah berangkat ke SPPG untuk mengendalikan mobil mitra SPPG tersebut sehingga waktu istirahatnya kurang,” kata Kombes Pol. Erick Frendriz.
Karena kelalaian tersebut, Erick menyebut AI akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 360 KUHP dengan Ancaman 5 Tahun Penjara.
“Sama seperti tadi malam yang saya sampaikan, bahwa (tersangka) dikenakan Pasal 360 KUHP, dengan Ancaman 5 Tahun Penjara. Yang mana kelalaian yang dilakukan tersebut mengakibatkan luka berat, dan ini terjadi terhadap beberapa orang,” pungkasnya.


