HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kisah seorang perempuan bernama Brenda saat ini tengah viral dan menjadi perbincangan di media sosial.
Pasalnya, meski peristiwanya terjadi pada Juli lalu, perempuan yang memiliki nama lengkap Brenda Aubin-Vega ini memenangkan undian lotre dan memilih hadiah yang membuatnya tak perlu bekerja keras selama sisa hidupnya.
Undian Loto-Québec ini pun ikut mencuat namanya dan memicu perdebatan panjang soal pilihan finansial jangka panjang.
Awal Mula Brenda Memenangkan Lotre
Brenda yang merupakan warga Montreal, Kanada masih berusia di bawah 30 tahun saat memenangkan hadiah utama “Gagnant à vie”.
Menurut keterangan resmi penyelenggara undian, Brenda membeli dua tiket lotre saat jam istirahat kerja di sebuah minimarket di Montreal.
Setelah menyadari kemenangannya, ia menghubungi sang ayah dan meminta izin untuk pulang lebih awal.
Kepada pihak lotre, Brenda mengaku berencana menggunakan uang tersebut untuk membeli rumah.
Ia dihadapkan pada dua opsi: menerima uang tunai sebesar 1 juta dolar Kanada atau setara Rp16 miliar sekaligus, atau mendapatkan pembayaran rutin 1.000 dolar Kanada per minggu seumur hidup, setara sekitar Rp16 juta per pekan.
Alih-alih mengambil dana besar di awal, Brenda memilih opsi kedua. Keputusan inilah yang kini diperdebatkan warganet. Banyak pengguna media sosial mencoba menghitung untung-rugi dari pilihannya.
Sebagian menilai Brenda melewatkan peluang besar karena nilai 1 juta dolar jika diinvestasikan dinilai bisa berkembang jauh lebih besar dalam jangka panjang.
Beberapa analisis menyebut, dengan bunga investasi moderat 3 hingga 5 persen per tahun, diperlukan puluhan tahun agar total pembayaran mingguan tersebut setara dengan nilai uang tunai yang ditawarkan di awal.
Bahkan ada yang berpendapat, jika dana 1 juta dolar diinvestasikan secara agresif, hasilnya bisa berlipat ganda hanya dalam dua dekade.
Namun, tidak sedikit pula yang membela keputusan Brenda. Mereka menilai pendapatan tetap seumur hidup memberikan rasa aman yang tidak bisa ditandingi oleh investasi berisiko.
Dengan skema tersebut, Brenda dipastikan menerima sekitar 52 ribu dolar Kanada per tahun atau setara Rp865 juta tanpa terpengaruh fluktuasi pasar, krisis ekonomi, atau kesalahan pengelolaan keuangan.



