“Kita butuh kerja keras dari petugas penagih di lapangan, tapi juga perlu dukungan dari lurah, RT/RW, dan ketua KBG sebagai penggerak di lingkungan masing-masing,” katanya.
Ia berharap ke depan masyarakat semakin sadar akan tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta mendukung program pemerintah melalui kepatuhan membayar retribusi. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah hanya dapat dicapai jika semua pihak bergerak bersama.
Ia juga mengimbau agar warga tidak membiarkan sampah berserakan di pinggir jalan. Ia menyarankan agar sampah dikumpulkan dalam karung dan diikat rapi, sehingga memudahkan petugas kebersihan, baik yang menggunakan roda tiga maupun dump truk, saat proses pengangkutan.
“Sampah sebaiknya disimpan dalam karung dan diikat rapi, supaya memudahkan petugas, baik yang menggunakan roda tiga maupun dump truk, untuk mengangkutnya,” kata Antonius
Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dinas Lingkungan Hidup, kata Antonius, terbuka untuk bekerja sama dengan siapa saja mulai dari RT/RW, sekolah-sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas-komunitas peduli lingkungan.
“Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Kami siap berkolaborasi agar sampah-sampah yang ada bisa tertangani dengan baik, demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.


