HOLOPIS.COM, JAKARTA – Percepatan lanjutan pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Pekanbaru-Padang mesti memperhatikan pendekatan sosial budaya masyarakat setempat. Proyek pembangunan itu tak bisa hanya mengandalkan kerja teknis
Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy. Menurut Vasko, pendekatan social budata jadi aspek penting agar masyarakat bisa ikut terlibat proses pembangunan.
“Pendekatan sosial budaya ini agar masyarakat ikut menjadi bagian dari proses pembangunan itu sendiri,” kata Vasko dalam keterangannya dikutip pada Selasa, (4/11/2015).
Dia menjelaskan pembangunan jalan Tol Trans Sumatera ruas Pekanbaru-Padang sudah berjalan tujuh tahun dan termasuk lama. Maka itu, menurut dia, pemangku kepentingan mesti melakukan evaluasi agar kelanjutan pembangunan Tol Trans Sumatera bisa dipercepat.
“Kita perlu kerja bareng dan memahami kondisi sosial di lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Vasko menuturkan hambatan pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Padang-Pekanbaru juga bukan karena hanya persoalan teknis. Menurut dia, hal oitu juga karena kurangnya pemahaman terhadap adat dan karakter masyarakat Minangkabau.
“Orang Minangkabau itu tidak sulit, asal tahu cara mendekatinya. Kalau komunikasinya benar mereka justru akan bantu,” ujar politikus Partai Gerindra itu.

Kemudian, Vasko menyampaikan agar pembangunan ruas tol tahap kedua ini bisa diselesaikan dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Dia juga sudah minta jajaran Pemprov Sumbar bisa perkuat koordinasi dengan Hutama Karya.
Selain itu, jajaran Pemprov Sumbar juga mesti menyiapkan alternatif trase yang mempertimbangkan aspek sosial dan teknis secara seimbang.


