JAKARTA, HOLOPIS.COM – Dakwaan mengungkap kronologi 12 paket sabu milik Mayor TNI AL yang disiapkan untuk dikirim via pesawat militer dengan tulisan “Selamat Umrah”.
Kasus dugaan peredaran narkotika yang menjerat Mayor Laut Faisal Mulia mengungkap modus pengiriman 12 paket sabu menggunakan pesawat militer TNI Angkatan Laut.
Detail tersebut terungkap dalam dakwaan yang dibacakan dalam persidangan militer pada Selasa (11/8/2026).
Sebanyak 12 paket sabu disebut dikemas dalam kotak sepatu PDL TNI AL dan diberi tulisan “Selamat Umrah”.
Dalam dakwaan, paket tersebut disiapkan untuk dikirim kepada tiga calon pembeli di Madiun, Jawa Timur, menggunakan pesawat CN-235 TNI AL.
Perkara bermula ketika Faisal bersama istrinya berinisial NBP berada di Batam.
Faisal disebut menghubungi rekannya berinisial R untuk mendapatkan akses kepada seseorang berinisial K.
Faisal kemudian memesan sabu sekitar 8 gram dari K dengan harga Rp7,5 juta. Namun, jumlah sabu yang diterima disebut mencapai sekitar 10,2 gram.
“Terdakwa menghubungi saudara R kembali meminta tolong untuk dihubungi saudara K karena terdakwa akan memesan narkotika jenis sabu kepada saudara K seberat 8 gram,” demikian bunyi dakwaan.
Setelah kembali ke Tanjungpinang, Faisal disebut mencari informasi mengenai jadwal penerbangan CN-235 TNI AL bernomor P-8305 dengan rute Tanjungpinang-Jakarta.
Setelah mengetahui jadwal penerbangan, Faisal meminta istrinya mencari calon pembeli.
NBP kemudian menghubungi sejumlah orang yang disebut menjadi calon pembeli.
Faisal lalu membagi sabu menjadi 14 paket.



