Rachel/Febi Petik Pelajaran atas Kekalahan di 16 Besar Arctic Open 2025

0 Shares

“Di gim pertama sampai jelang akhir gim kedua itu, terutama saya merasa ketika mereka dapat poin dari serangan, saya juga bisa tapi malah jadi terburu-buru dan berantakan polanya. Padahal kalau lebih sabar, berani adu rally kami ternyata diuntungkan,” ujarnya lagi.

“Sayang memang tadi di poin terakhir, servis lob Rin sudah saya baca tapi pengembaliannya kurang kencang jadi tidak bisa menyebrang,” tambahnya.

Di sisi lain, Febi menilai bahwa hasil ini tak lepas dari faktor pengalaman dan kematangan dalam bermain.

“Di gim kedua, setelah tertinggal 3-11 dan 11-19, kami hanya berpikir untuk mengejar bola kemanapun dan tidak mau mati. Satu poin demi satu poin lebih tenang,” kata Febi.

“Kematangan lawan memang membuat mereka memang bisa lebih mengontrol diri secara emosi, tidak boleh terlalu menggebu-gebu ingin mematikan. Saya dan Rachel harus belajar hal ini,” tambahnya.

Ada pun Rachel menyampaikan, bahwa dirinya dan Febi siap evaluasi permainan. “Evaluasinya kami harus mempertajam penyelesaian akhir, mengatur pola dan ritme juga harus lebih ditingkatkan,” imbuh Rachel.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Achmad Husin Alifiah
Achmad Husin Alifiah
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU