PikPak Festival Misi Mempopulerkan Karakter Lokal

0 Shares

JAKARTA – Di tengah gempuran karakter-karakter global yang merajai layar dan mainan anak-anak, sebuah perlawanan kreatif tengah dipersiapkan. Bukan dengan senjata, melainkan dengan piknik, parade, dan panggung meriah.

Adalah Piknik dan Parade Karakter (PikPak), festival anak pertama di Indonesia yang secara khusus mendapat dukungan langsung dari pemerintah untuk memenangkan hati anak-anak Indonesia.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menyatakan dukungannya secara terbuka, melihat PikPak bukan sekadar acara hiburan, melainkan wadah strategis untuk memperkuat Intellectual Property (IP) atau Kekayaan Intelektual lokal.

“PikPak dapat menjadi panggung bagi IP lokal agar bisa lebih dikenal masyarakat, bersaing dengan IP internasional, sekaligus menjadi ajang komersialisasi untuk menguatkan kekayaan intelektual sebagai penggerak ekonomi nasional,” ujar Wamen Ekraf Irene Umar.

Festival yang diinisiasi oleh JPT Event Partner ini akan digelar gratis untuk umum di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada 31 Oktober hingga 2 November 2025. PikPak diproyeksikan akan menarik lebih dari 50.000 pengunjung.

Acara ini akan dimeriahkan oleh pawai mobil hias, sesi meet and greet, dancing fountain, dan berbagai program interaktif. Panggung utamanya akan diramaikan oleh karakter-karakter kebanggaan bangsa seperti BaBa Lili Tata, Uwa & Friends, Emil TankGo, dan BabyZu, serta IP legendaris yang tak lekang oleh waktu, Bobo dan Unyil.

- Advertisement -

Wamen Ekraf Irene menambahkan, potensi IP lokal bisa lebih meledak jika terjadi kolaborasi lintas sektor. Ia menyebutkan program andalan Kementerian Ekraf, Ekraf Hunt, sebagai jembatan untuk mempertemukan para kreator dengan brand-brand lokal yang potensial.

Sinergi antara pemerintah dan penyelenggara acara ini pun berjalan mulus. Project Manager PikPak, Jessica, menyebut bahwa diskusi dengan Wamen Ekraf membuka perspektif baru dan memperkuat ambisi mereka.

“Kita memiliki ambisi yang sama dan jadi bisa melihat apa yang bisa di-push bersama supaya IP lokal bisa lebih PD untuk tampil,” ungkap Jessica.

Trio, selaku IP Director PikPak, menyoroti tantangan terbesar dalam mempopulerkan IP lokal, sebagian besar masyarakat kita lebih akrab dengan karakter luar negeri.

“Tapi beberapa tahun terakhir, kami melihat adanya peningkatan popularitas IP lokal. Acara ini menjadi inisiatif kami untuk memfasilitasi dan mensupport talenta bangsa kita supaya bisa semakin dikenal dan menjangkau audiens nasional bahkan sampai ke tingkat global,” jelasnya.

Melalui dukungan strategis ini, PikPak bukan hanya sekadar piknik atau parade. Ia adalah sebuah langkah konkret untuk menjadikan IP lokal sebagai the new engine of growth yang tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Ini adalah momen di mana karakter-karakter lokal bersatu, siap menjemput kejayaan di panggungnya sendiri.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Dede Suhadi
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU