Pemprov Pastikan Sulsel Aman dari Beras Oplosan

0 Shares

“Banyak saudara kita membutuhkan uluran tangan seperti yang dapat Bansos, dengan harga beras naik Rp 3.000 atau Rp 2.000 per kilo akhirnya mereka tidak mampu beli, padahal bukan harga sesungguhnya itu adalah oplos, ini Biadab, tidak boleh dibiarkan selama kami masih di Kementerian Pertanian,” geram Amran Sulaiman.

Menurut Amran, kalau naiknya sampai Rp 3.000 untuk masyarakat menegah ke atas itu tidak masalah. Tapi bagaimana dengan yang menengah ke bawah, pasti itu sangat memberatkan.

“Mereka benar-benar tidak peduli dengan saudara-saudara kita yang ekonominya menengah ke bawah,” tegasnya.

“Ini harus diberesin. Media harus tegas sampaikan ke publik, bahwa banyak beras premium medium beredar, padahal itu adalah beras biasa,” tambahnya.

Amran mengaku sudah komunikasi dengan Menteri dalam Negeri (Mendagri) dan Bulog untuk segera menyalurkan Bansos sebanyak 362 ribu ton.

“Itu sangat besar. Kemudian harga yang disubsidi sebanyak 1,3 juta ton. Stok beras kita banyak, ada 4,2 juta ton. Tidak usah khawatir, Insya Allah dalam waktu dekat harga beras turun secara paralel. Kalau ada mafia dan koruptor kita berantas bersama,” tegasnya lagi.

- Advertisement -

Menurut Amran Kementerian Pertanian dan jajarannya akan sekuat tenaga memberesin mafia-mafia beras, agar mereka tidak merajalela memeras masrakat menengah ke bawah.

“Kami tidak akan mundur. Ini perintah bapak presiden. Kami juga sudah laporkan semua kejadian ini. Sekarang totalnya 260 kasus kami ungkap selama 10 bulan kami menjabat,” pungkasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Rio Anthony
Rio Anthony
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU