Pemprov Pastikan Sulsel Aman dari Beras Oplosan

0 Shares

MAKASSAR – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulawesi Selatan (Sulsel), M. Ilyas merespons pernyataan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman terkait beras oplosan yang rugikan masyarakat triliunan rupiah.

Ia menegaskan hingga kini belum menemukan beras oplosan di wilayah Sulsel. Bahkan Ilyas mengaku sudah menerjunkan tim mengecek langsung di pasaran untuk memeriksa beras yang beredar di masyarakat.

“Teman dari Dinas Ketahanan Pangan sudah mengecek itu. Tidak ada. Data-data yang dihasilkan teman-teman memeriksa itu belum ada beras oplosan,” kata Ilyas, Selasa (22/7/2025) sore.

Dia menambahkan, Dinas Ketapang sudah memeriksa sejumlah sampel beras yang beredar di masyarakat namun tidak ditemukan beras oplosan. Selain itu, ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulsel agar tidak panik dengan isu beredarnya beras palsu alias oplosan di pasaran.

“Tak usah panik. Karena kita sudah turun dan sudah periksa di lapangan,” tutur Ilyas.

Pihaknya akan terus melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan tak ada beras yang dioplos. Jika menemukan adanya oplosan, pihaknya akan menyerahkan ke pihak yang berwenang.

- Advertisement -

“Kita melakukan evaluasi terhadap kualitas beras di pasaran, termasuk yang ada di gudang-gudang. Nah, yang kedua operasi pemeriksaan itu harus didukung oleh APH (aparat penegak hukum),” harapnya.’

Dia berharap APH bersama-sama pihaknya turun, jika menemukan harus langsung ditindak tegas tanpa pandang bulu. Sebab, kasus ini jelas bisa merugikan masyarakat secara luas hanya demi keuntungan segelintir orang saja.

“Yang oplos sebetulnya itu oknum. Regulasi, kan, sudah ada, jelas tidak boleh. Mereka oknum yang mencari keuntungan sendiri dan harus ditindaki oleh APH,” pungkas Ilyas.

Sebelumnya Holopis.com beritakan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengeluarkan pernyataan keras terhadap oknum-oknum pengusaha yang selama ini mengoplos beras.

Hal itu disampaikan Mentan saat menghadiri pengukuhan wisudawan, di Kampus Universitas Hasanussin (Unnhas), Senin (14/7).

Amran menegaskan, beras yang harusnya beras biasa, dengan harga murah tapi malah dioplos, diubah jadi beras premium dengan menaikkan harganya sampai Rp 3.000 per kilogram.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Rio Anthony
Rio Anthony
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU