JAKARTA – Konflik bersenjata Iran-Israel kian memanas, Amerika Serikat (AS) pun dikabarkan mulai ikut campur dengan mengerahkan pesawat tempur untuk memperkuat pos militernya di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya diketahui, konflik Iran-Israel mulai memanas dalam beberapa terakhir, bahkan sudah mencapai puncaknya. Mengingat, kedua negara sudah saling balas serangan melalui udara.
Bangunan hingga korban sudah saling berjatuhan dari kedua negara, sampai hari ini pun tak henti-hentinya Iran dan Israel saling menyerang.
Tak ayal, perang kedua negara mengundang perhatian dunia. Terutama, sekutu utama Israel Amerika Serikat yang gencar bersuara dan mulai ikut campur memperkeruh suasana.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pun baru-baru ini dikabarkan melontarkan sejumlah opsi kepada Presiden Donald Trump perihal kondisi perang Iran-Israel.
Seiring dengan hal itu pula, Trump telah melontarkan peringatan kepada Iran untuk menghentikan aksinya. Bahkan, dari sejumlah kabar disebutkan ada ancaman kepada Iran untuk membunuh pemimpin tertinggi Teheran bernama Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam laporan terbaru Al Arabiya seperti dikutip Holopis.com, kemudian disebutkan bahwa Amerika Serikat mulai memperkuat pos militer strategisnya
Dilaporkan bahwa sejumlah pesawat bomber bernama B-52 milik AS sudah disiagakan di pos militer di Diego Garcia, Samudra Hindia.
Bekas Komando Pusat AS Joseph Votel pun menyampaikan bahwa bisa saja pesawat itu dikerahkan ke kawasan-kawasan strategi.
“Saya membayangkan pesawat ini dapat dikerahkan dalam waktu singkat ke pangkalan-pangkalan terdepan di kawasan tersebut,” ucap Joseph.
“Pesawat itu mampu melakukan self-deploy, jadi lebih mudah untuk menempatkannya di tempat daripada semua aset pendukung lainnya, seperti amunisi, pemeliharaan dan lain-lain,” tambahnya.
Ada pun pejabat AS dilaporkan bahwa AS mengirim pesawat untuk dikerahkan ke kawasan dekat konflik, dalam hal ini pos militer mereka di Timur Tengah.


