HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menjajal fasilitas transportasi publik mulai dari MRT Jakarta hingga Transjakarta di pekan pertama bertugas sejak dilantik pada 20 Februari lalu. Rano banyak menyoroti kekurangan dari kedua transportasi BUMD tersebut seperti kendala saat tap kartu pada mesin gate.
Dalam kesempatan tersebut, Rano turut menyoroti isu terkaot rencana penghapusan koridor satu Transjakarta untuk rute Blok M – Kota. Terbaru, ia juga sudah mendengar terkait rencana penutupan rute Cililitan – Ancol (5D) pada
Sayangnya Rano enggan berkomentar lebih banyak dan beralibi jika ia belum seminggu menjabat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Kendati begitu, ia mengaku senang karena saat ditanya soal penutupan rute tersebut, di sebelahnya ada Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Syafrin Liputo dan Direktur Utama (Dirut) Transjakarta, Welfizon Yuza yang ikut mendengar secara langsung.
“Nanti coba kita pelajari, saya kan (baru) dapat informasi Alhamdulillah mereka (Dirut Transjakarta dan Kadishub DKI Jakarta) dengar juga kan nanti akan saya follow up permasalahannya apa,” ujar Rano di Halte Transjakarta Bundaran HI, Selasa (25/2/2025).
Rano menyebut pada dasarnya, penentuan rute harus mempertimbangkan banyak hal seperti tingginya permintaan dari penumpang. Ia menegaakan jika apapun keputusannya yang terpenting ialah tidak menyulitlan masyarakat untuk mendapatkan akses transportasi.
“Memang ada sentuhan ada MRT, ada Transjakarta kita kalkulasi mana yang lebih ini (ramai),” katanya.
Rano melanjutkan, selain aman dan nyaman hal lain yang juga harus menjadi perhatian ialah bagaimana menghadirkan moda transportasi yang terjangkau. Jangan sampai penutupan rute justru malah mengakibatkan pelanggan harus membayar biaya lebih mahal.
“Tentu masyarakat dalam arti kata murah ini kita compare kalau kita tutup ini kira kira masalah akan pindah enggak kesini. Kalau tidak dimitigasi.? Kita akan teruskan kepentingan masyarakat kita dahulukan,” tandasnya.


