BNPB Terus Upayakan Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Terpusat

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) terus melakukan penyisiran terhadap para pengungsi korban erupsi gunung Lewotobi Laki-laki.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Lukmansyah menjelaskan, langkah tersebut dimaksudkan agar para warga yang terdampak bisa mengungsi di posko yang telah dipusatkan di beberapa titik.

“Kami akan menyisir pengungsi – pengungsi yang masih ada di kebunnya masing – masing, akan memberikan bantuan dan mengimbau segera bergabung dengan pos pengungsi yang sudah ada, sehingga semua kebutuhan pengungsi bisa diberikan dengan lengkap di pos pengungsian yang sudah kita tetapkan,” kata Lukmansyah dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Holopis.com, Senin (11/11).

Ia mengimbau semua warga agar mau mengungsi ke lokasi pengungsian terpusat, sebagai salah satu cara agar kelayakan dan kebutuhan dasarnya dapat terpenuhi.

“Agar menempati pos – pengungsian penghubungan yang sudah disiapkan,” imbuhnya.

Lukman juga mengungkapkan adanya rencana untuk memindahkan dua pos pengungsian yang berada di Desa Hikong dan Desa Kringa, dikarenakan sempat terdampak hujan abu, padahal jarak dari puncak gunung ke lokasi pengungsian tersebut sudah melebihi radius aman yang dikeluarkan PVMBG.

- Advertisement -

“Pos pengungsian di Hikong dan Kringa, walaupun berjarak sekitar 12 sampai 15 kilometer dari gunung, sudah terjadi hujan pasir. Akan digeser ke Flores Timur di kampung Kanada, sehingga mereka tidak terganggu lagi hujan pasir dan debu,” jelasnya.

“Akan disiapkan bis-bis dari Pemda untuk pergeserannya, barang-barang menggunakan truk,” lanjutnya.

Diketahui sampai saat ini sebanyak 11.445 warga memilih mengungsi. Peningkatan pengungsi ini diakibatkan tingginya aktivitas erupsi dalam beberapa hari terakhir yang juga berdampak pada perluasan zona rekomendasi sektoral menjadi 9 kilometer barat daya – barat laut sejak kemarin Sabtu (9/11).

Adapun para pengungsi berada di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka, untuk Kabupaten Flores Timur tersebar di tujuh kecamatan, antara lain Kecamatan Titehena 5.838 jiwa, Kecamatan Wulanggitang 1.263 jiwa, Kecamatan Demon Pagong 302 jiwa, Kecamatan Larantuka 296 jiwa, Kecamatan Ile Mandiri 20 orang, Kecamatan Ilebuira 127 jiwa, Kecamatan Lewolema 23 jiwa dan di Pulau Adonara 12 jiwa. Sementara itu jumlah pengungsi di Kabupaten Sikka terdapat 3.564 jiwa mengungsi.

Terkait pelayanan bagi masyarakat yang mengungsi, sejumlah pihak turut didorong meningkatkan fasilitas di antaranya terkait kelistrikan dan juga kesehatan

“Menghubungi PLN untuk memperbesar daya dan juga genset agar di tempat pengungsian dapat bekerja (kelistrikannya). Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menambah obat-obatan untuk anak – anak berbentuk sirup,” pungkasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU