Begini Kronologi Lengkap Komunitas Lari Bali ‘Khusus Bule’ Diduga Diskriminasi WNI

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Polemik sebuah komunitas lari di Bali berbuntut panjang. Berawal dari keluhan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang mengaku ditolak mengikuti kegiatan lari, kasus tersebut kini berujung pada tindakan Direktorat Jenderal Imigrasi yang mencekal dua warga negara asing (WNA) yang diduga menjadi penggagas acara.

Perbincangan di media sosial pun semakin memanas. Bagaimana tidak, banyak pengguna media sosial mengunggah tangkapan layar percakapan mereka dengan panitia yang diduga langsung menolak pendaftaran setelah mengetahui calon peserta merupakan WNI.

Tak sedikit pula yang mengaku pesannya berhenti dibalas atau di-ghosting usai menyebut kewarganegaraan Indonesia. Sementara itu, ada warganet yang menceritakan dirinya ditolak mengikuti kegiatan, sedangkan pasangannya yang merupakan WNA justru langsung diterima tanpa kendala. Deretan pengakuan tersebut membuat tudingan diskriminasi terhadap warga lokal semakin ramai diperbincangkan.

Belakangan diketahui kegiatan bertajuk Bali Silent Disco Run itu diselenggarakan oleh komunitas lari berinisial EB yang berbasis di Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

Berikut Sobat Holopis, kronologi lengkapnya.

1. Dugaan Diskriminasi Muncul dari Proses Pendaftaran

Kontroversi bermula dari mekanisme pendaftaran peserta yang dilakukan melalui aplikasi WhatsApp. Dalam proses tersebut, calon peserta diminta mengisi sejumlah data pribadi, mulai dari usia, jenis kelamin, hingga kewarganegaraan.

- Advertisement -

Sejumlah pendaftar mengaku tidak memperoleh akses untuk bergabung setelah menyebut diri sebagai WNI. Sebaliknya, mereka yang mendaftar sebagai WNA disebut dapat langsung mengikuti kegiatan.

Perbedaan perlakuan itu kemudian memicu kritik luas di media sosial. Selain dugaan diskriminasi, penyelenggaraan acara juga menjadi sorotan lantaran memanfaatkan jalan dan ruang publik.

2. Imigrasi Tetapkan Dua WNA Penggagas dalam Daftar Cekal

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengungkapkan kegiatan tersebut diinisiasi oleh dua warga negara asing, yakni JAS (35), pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS) untuk bekerja, serta HQV (37), pemegang ITAS Investor.

Keduanya diketahui telah meninggalkan Indonesia pada Rabu (23/7/2026) malam menggunakan maskapai KLM menuju Singapura melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“Kedua WNA tersebut diketahui telah meninggalkan wilayah Indonesia pada Rabu, 23 Juli 2026 malam menggunakan maskapai KLM tujuan Singapura melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Saat ini kami telah memasukkan keduanya ke dalam daftar cekal,” kata Hendarsam dalam keterangan resminya, Jumat (24/7).

3. Imigrasi: Tidak Boleh Ada ‘Negara dalam Negara’

Hendarsam menilai penyelenggaraan acara tersebut tidak boleh menciptakan kesan adanya aturan eksklusif yang dibuat oleh warga negara asing di wilayah Indonesia.

“Event lari tersebut merupakan bentuk negara dalam negara. Saat ini WNA terkait diketahui sudah berada di luar wilayah Indonesia dan imigrasi telah menerapkan penangkalan kepada yang bersangkutan,” ujarnya.

Ia mengaku telah menginstruksikan jajaran Imigrasi Bali untuk memeriksa pihak penyelenggara kegiatan.

“Saya sudah memerintahkan jajaran Imigrasi Bali untuk memeriksa event organizer-nya, jika ada WNA, langsung tangkap,” tegas Hendarsam.

Menurutnya, warga negara asing tidak diperbolehkan menjadi penyelenggara atau event organizer di Indonesia. Mereka hanya dapat terlibat sebagai kru atau official dalam kegiatan tertentu yang menghadirkan artis maupun penampil internasional.

4. Sponsor Visa Ikut Diperiksa

Sebagai tindak lanjut, Kantor Imigrasi Ngurah Rai memanggil perusahaan yang menjadi penjamin kedua WNA tersebut, yakni PT SIG.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU