HOLOPIS.COM, BREBES – Penghasilan Rp1,5 juta per bulan membuat Kholifah harus memprioritaskan kebutuhan sehari-hari dibanding memperbaiki rumahnya. Kondisi itu berubah setelah warga Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tersebut mendapat bantuan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah Merah Putih.
Perempuan berusia 60 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai pedagang gas eceran. Dengan pendapatan yang pas-pasan, menyisihkan uang untuk renovasi rumah bukan perkara mudah.
Kini, rumah Kholifah mulai diperbaiki melalui program pemerintah yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Program BSPS menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.
Tahun ini, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan penyaluran bantuan hingga 400.000 unit rumah dengan anggaran mencapai Rp8,57 triliun.
Pemerintah juga menargetkan renovasi sekitar 200 rumah di setiap kabupaten/kota.
Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk memperbaiki kondisi rumah masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu instrumen dalam upaya penghapusan kemiskinan ekstrem.
Sasarannya termasuk masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro yang kesulitan membiayai perbaikan tempat tinggal secara mandiri.
Uang Habis untuk Kebutuhan Harian
Kholifah menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut.
Selama ini, pendapatannya sebagai pedagang gas eceran hanya sekitar Rp1,5 juta per bulan. Penghasilan itu harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
Kondisi tersebut membuatnya tidak memiliki cukup ruang untuk menabung biaya renovasi rumah.
“Pendapatan bulanan pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari, jadi tidak pernah ada tabungan cukup untuk renovasi rumah,” kata Kholifah.
Bantuan BSPS kemudian membuat kondisi rumahnya perlahan berubah.
Tidak hanya bangunan yang diperbaiki, proses renovasi juga mendapat dukungan dari warga sekitar. Para tetangga ikut menyambut dan membantu suasana pengerjaan rumah tersebut.



