Viral Skin Booster dari ‘Kulit Mayat’ di Korea, BPOM RI Akhirnya Buka Suara

0 Shares

Proses tersebut dilakukan untuk menghilangkan sel serta komponen yang dapat memicu reaksi imun.

Bagian yang dipertahankan terutama merupakan kerangka matriks ekstraseluler, termasuk kolagen, elastin, dan komponen glikosaminoglikan.

Ketua Umum PERDOSKI dr. Hanny Nilasari mengatakan istilah “suntik kulit mayat” bersifat sensasional dan tidak menggambarkan proses ilmiahnya secara tepat.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu mengetahui fakta penting bahwa bahan dasarnya memang berasal dari jaringan kulit manusia yang didonasikan.

Hanny menjelaskan hADM bukan jaringan hidup dan bukan sel punca.

Bahan tersebut juga berbeda dengan asam hialuronat biasa yang selama ini lebih dikenal masyarakat dalam berbagai prosedur estetika.

Sebelum digunakan, bahan hADM telah mengalami sejumlah proses, mulai dari penghilangan sel, pemurnian, sterilisasi, pengolahan menjadi partikel hingga rekonstitusi.

Karena itu, klaim “100 persen murni” juga perlu dipahami secara hati-hati.

Istilah tersebut tidak berarti bahan yang disuntikkan merupakan jaringan manusia utuh atau bahan yang sama sekali tidak mengalami proses pengolahan.

Teknologi hADM sendiri sebenarnya telah digunakan dalam dunia medis.

Menurut PERDOSKI, teknologi tersebut telah dimanfaatkan antara lain untuk rekonstruksi luka, bedah, dan regenerasi jaringan.

Namun, penggunaannya sebagai skin booster estetik yang disuntikkan ke wajah merupakan perkembangan yang relatif baru.

Karena itu, masyarakat perlu membedakan penggunaan hADM dalam kebutuhan medis dengan penggunaannya untuk tujuan estetika.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU