Selain mengecam tindakan pembakaran hutan, UAS memberikan perhatian kepada para petugas pemadam kebakaran dan personel gabungan yang mempertaruhkan keselamatan saat bertugas.
Mereka menghadapi berbagai risiko di lapangan, mulai dari asap tebal hingga kobaran api yang dapat meluas secara tiba-tiba.
Dalam kondisi tertentu, petugas bisa terjebak ketika api mengepung lokasi pemadaman.
UAS menyampaikan penghormatan kepada petugas yang meninggal dunia saat menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.
“Berapa petugas pemadam yang bersemangat, tiba-tiba terkepung api kemudian meninggal. Insyaallah syahid mereka, insyaallah,” ungkapnya.
Pernyataan itu menyoroti pengorbanan petugas yang berupaya melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman kebakaran.
Di sisi lain, kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya pencegahan karhutla agar risiko terhadap keselamatan manusia dapat ditekan sejak awal.



