HOLOPIS.COM, JAKARTA – Aktivitas pariwisata di Jakarta menunjukkan peningkatan pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Jakarta mencapai 8,84 juta perjalanan pada Juli 2026, naik 2,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 8,60 juta perjalanan.
Pergerakan wisatawan domestik tersebut juga diikuti peningkatan aktivitas perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Jakarta pada Juli 2026 mencapai 58,28 persen. Angka itu naik 2,81 poin dibandingkan Juni yang berada di level 55,47 persen. Secara tahunan, TPK hotel bintang juga meningkat 2,37 poin.
Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencapai 42,21 persen pada Juli 2026. Angka tersebut naik 1,56 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 0,47 poin dibandingkan Juli 2025.
Wisnus Dominasi Pariwisata Jakarta, Okupansi Hotel Ikut Naik
Jumlah 8,84 juta perjalanan wisnus menunjukkan besarnya pergerakan wisatawan domestik ke Jakarta selama Juli 2026. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Pada April 2026, BPS mencatat 8,42 juta perjalanan wisnus, kemudian meningkat menjadi 8,82 juta pada Mei dan 8,70 juta pada Juni.
Data BPS menunjukkan perjalanan wisnus ke Jakarta pada Juli tumbuh 2,72 persen secara tahunan. Namun, angka tersebut merupakan jumlah perjalanan, bukan jumlah individu wisatawan. Satu orang dapat melakukan lebih dari satu perjalanan sehingga angka perjalanan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah orang yang berkunjung.
Untuk wisatawan mancanegara (wisman), indikator yang tersedia dalam data hotel menunjukkan proporsinya masih lebih kecil dibandingkan tamu domestik. Pada Juli 2026, sebanyak 89,45 persen tamu hotel bintang merupakan tamu Indonesia, sedangkan tamu asing mencapai 10,55 persen.
Perbedaan juga terlihat dari pilihan akomodasi. Tamu Indonesia paling banyak menginap di hotel bintang tiga dengan proporsi 38,30 persen. Sementara itu, tamu asing lebih banyak memilih hotel bintang empat dengan proporsi 40,62 persen.
Dari sisi lama tinggal, rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada Juli 2026 mencapai 1,59 malam. Angka tersebut turun tipis 0,01 malam dibandingkan Juni, tetapi masih meningkat 0,03 malam dibandingkan Juli 2025. Adapun rata-rata lama menginap di hotel nonbintang mencapai 1,32 malam.
Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan banyaknya kegiatan yang berlangsung di Jakarta pada Juli 2026 turut mendukung peningkatan tingkat hunian hotel. Kondisi tersebut terlihat dari kenaikan TPK baik pada hotel bintang maupun hotel nonbintang.
Jika dibandingkan dengan awal tahun, TPK hotel bintang juga menunjukkan pergerakan yang cukup beragam. Pada Januari 2026, TPK hotel bintang tercatat 52,50 persen, kemudian turun menjadi 43,97 persen pada Maret sebelum kembali meningkat hingga 58,28 persen pada Juli 2026.
Kota Tua Jadi Salah Satu Destinasi yang Ramai
Peningkatan aktivitas wisata juga terlihat langsung di sejumlah destinasi Jakarta. Salah satunya kawasan Kota Tua yang mencatat lonjakan kunjungan selama periode libur sekolah.
Berdasarkan data Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, sebanyak 99.663 orang mengunjungi kawasan tersebut pada 27 Juni hingga 5 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, 97.700 orang merupakan wisnus dan 1.963 orang merupakan wisman.
Jumlah kunjungan tertinggi pada periode tersebut tercatat pada Sabtu, 4 Juli 2026, dengan 14.773 pengunjung. Sehari sebelumnya, jumlah pengunjung juga mencapai 13.984 orang.
UPK Kota Tua mencatat kunjungan selama libur sekolah meningkat sekitar 30 hingga 40 persen pada hari kerja dibandingkan kondisi normal. Pada akhir pekan, peningkatannya berada di kisaran 20 hingga 30 persen.
Kunjungan wisatawan tidak hanya terpusat pada museum. Kawasan Kota Tua juga menawarkan sejumlah kegiatan dan fasilitas, mulai dari pertunjukan, rumah hantu, instalasi seni pencahayaan, kelas keramik, tur menggunakan sepeda hingga berbagai wahana hiburan. Pemerintah juga menyediakan sejumlah fasilitas wisata gratis seperti tur jalan kaki dengan pemandu dan bus wisata rute Jakarta History.



