TNI AU Latihan Hadapi Ancaman Udara, Pesawat Asing Langsung Diisolasi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI Angkatan Udara terus memperkuat kesiapan menghadapi ancaman pelanggaran wilayah udara nasional. Salah satu langkah terbaru dilakukan melalui latihan penanganan pasca force down yang digelar di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (25/5/2026).

Latihan tersebut jadi bagian dari rangkaian Latihan Kesiagaan II Kodau II Sikatan Daya 2026 yang melibatkan berbagai unsur pengamanan dan penegakan hukum udara TNI AU.

Dalam simulasi itu, satu pesawat asing dengan sandi “Lasa X” digambarkan memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin sebelum akhirnya dipaksa mendarat oleh pesawat tempur TNI AU.

Setelah pesawat berhasil di-force down, personel gabungan langsung bergerak melakukan prosedur pengamanan di area isolasi pesawat. Operasi ini melibatkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), Polisi Militer Angkatan Udara (Satpom), Intelijen dan Pengamanan (Intelpam), serta unsur pertahanan pangkalan.

Tahapan latihan dimulai dengan penyisiran kabin pesawat oleh personel Korpasgat guna memastikan tidak ada ancaman maupun benda mencurigakan di dalam pesawat.

Selanjutnya, tim Satpom dan Intelpam melakukan pemeriksaan awal terhadap awak, penumpang, serta barang bawaan untuk memastikan kondisi keamanan tetap terkendali.

Usai proses screening awal selesai dilakukan, seluruh awak dan penumpang diarahkan menuju crisis center. Hal itu untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh tim gabungan lintas kementerian dan lembaga terkait.

Tni Au 2 Holopis
Latihan penanganan pasca force down di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (25/5). [Foto: Pen Lanud Sultan Hasanuddin).
Sementara itu, penyidik TNI AU melakukan proses penanganan dugaan pelanggaran wilayah udara untuk melengkapi alat bukti hingga tahapan pelimpahan perkara sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Vincentius Endy Hadi Putra menjelaskan Latihan itu jadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan operasional seluruh unsur pengamanan udara nasional.

Dia menuturkan pelaksanaan penanganan pasca force down membutuhkan respons cepat, koordinasi yang tepat, serta kerja sama lintas unsur yang solid.

“Melalui latihan ini diharapkan seluruh personel mampu memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga setiap tindakan dapat dilaksanakan secara profesional dan sesuai ketentuan,” kata Kolonel Endy, dalam keterangan Pen Lanud Sultan Hasanuddin, Selasa, (26/5/2026).

Ia menjelaskan Latihan Kesiagaan II Kodau II Sikatan Daya 2026 juga jadi sarana untuk menguji efektivitas sistem komando dan kendali. Selain itu, pola koordinasi antarinstansi dalam menghadapi berbagai potensi ancaman udara.

“Latihan ini menjadi sarana untuk menguji efektivitas sistem komando dan kendali, pola koordinasi antarinstansi, serta kemampuan respons di lapangan terhadap berbagai kemungkinan ancaman pelanggaran wilayah udara,” jelasnya.

Melalui latihan tersebut, Lanud Sultan Hasanuddin berupaya terus meningkatkan profesionalisme, interoperabilitas, dan kesiapan operasional sebagai salah satu pangkalan strategis TNI AU di wilayah timur Indonesia.

Sejumlah pejabat tinggi TNI AU turut meninjau langsung jalannya latihan, di antaranya Panglima Komando Daerah Udara II Marsda TNI M. Untung Suropati dan Pangkoopsau Marsda TNI Djoko Hadipurwanto beserta jajaran pejabat Kodau II dan Koopsau.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Dani Yoga
Tim Penulis & Editor
Dani Yoga

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU