Hafidz menegaskan, bahasa daerah merupakan wadah nilai-nilai luhur, identitas, dan jati diri bangsa. Ia juga menyampaikan bahwa pembelajaran di kelas awal dengan bahasa pengantar bahasa ibu atau bahasa daerah dapat membantu meningkatkan pemahaman murid.
FTBI Jawa Tengah 2026 diikuti 490 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari 35 kabupaten/kota. Festival yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 tersebut mempertandingkan sejumlah cabang, mulai dari aksara Jawa, geguritan, cerkak, mendongeng, pidato, nembang macapat, hingga komedi tunggal.



