Seorang Warga Meninggal Saat Demo 27 Agustus, Polisi Salahkan Demonstran

1 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA — Seorang warga yang berusia 49 tahun ditemukan polisi dalam kondisi pingsan saat kerusuhan masih berlangsung di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (27/8) malam.

Warga yang diketahui berprofesi sebagai pedagang kaca tersebut yang berniat untuk mengunci tokonya diseret oleh massa yang tengah rusuh. PIhak kepolisian mengklaim sempat evakuasi korban ke rumah sakit terdekat namun meninggal dunia saat menjalani penanganan medis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, proses evakuasi baru dilakukan setelah petugas memastikan situasi di lokasi cukup aman. Polisi sebelumnya menerima informasi dari masyarakat bahwa kerusuhan masih terjadi di kawasan tersebut.

“Jadi berawal dari adanya informasi masyarakat kepada pihak kepolisian kita mengetahui bahwa di lokasi itu masih terjadi kerusuhan. Sehingga Polri pun untuk melakukan evakuasi harus melihat, menghitung, evakuasi tersebut aman bagi petugas yang melakukan evakuasi,” kata Budi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (28/8).

Setelah kondisi lokasi dinilai cukup aman tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya melakukan evakuasi terhadap warga tersebut. Korban ditemukan dalam kondisi yang tidak sadarkan diri di kawasan Pejompongan Bendungan Hilir.

“Sehingga pada saat lokasi itu sudah diamankan, Biddokkes Polda Metro Jaya mengevakuasi seseorang laki-laki, pedagang kaca, yang berusia 49 tahun yang dalam kondisi pingsan yang ditemukan di Pejompongan beralamat Bendungan Hilir,” ujar Budi.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu rumah sakit Mintohardjo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, nyawanya korban sudah tidak tertolong.

“Dibawa ke rumah sakit terdekat Rumah Sakit Mintohardjo dibawa ke rumah sakit tapi pada saat penanganan di rumah sakit yang bersangkutan meninggal dunia,” kata Budi.

Setelah korban dinyatakan meninggal dunia jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati sekitar pukul 23.30 WIB hingga tengah malam untuk menjalani proses outopsi, identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Selanjutnya dibawa pukul 23.00 ulangi sekitar 23.30 atau 24.00 dibawa menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan identifikasi. Setelah dilakukan identifikasi, dilakukan pelaksanaan visum,” ujar Budi.

Polisi kemudian menemui pihak keluarga korban termasuk anak kandungnya pada Jumat pagi. Dalam pertemuan tersebut keluarga menyatakan tidak bersedia jenazah korban menjalani autopsi.

Budi mengatakan penyidik sempat mengajukan permohonan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Namun permintaan tersebut kembali ditolak keluarga dan telah dituangkan dalam surat pernyataan.

“Kami tetap mengajukan permohonan untuk dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian. Ini juga ditolak oleh pihak keluarga dan sudah mengeluarkan surat pernyataan,” kilahnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Nur Aisah Zamil
Ronald Steven
Tim Penulis & Editor
Nur Aisah Zamil, Ronald Steven
1 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU