HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dunia internasional saat ini sedang dihebohkan wabah Hantavirus yang tengah membuat cemas beberapa pihak termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ahli Epidemiologi Penyakit menular Amerika Maria Van Kerkhove mengatakan bahwa wabah ini sudah menyebabkan kematian tiga orang di kapal pesiar MV Hondius. Sementara itu sebanyak 150 orang harus diisolasi.
Maria mengatakan, virus ini bukan lah Covid selanjutnya, meski demikian, ini adalah infeksi serius.
“Ini bukanlah Covid selanjutnya, tapi ini adalah penyakit infeksius yang serius. Kebanyakan tidak akan terekspose oleh ini,” demikian dikatakan Maria va Kerkhove, dikutip Holopis.com, Kamis (7/7).
Ia kemudian menjelaskan bahwa hantavirus ini dapat menimbulkan infeksi serius di saluran pernapasan. Saat ini, belum ada obat yang bisa menyebuhkan penderita dari virus ini. Namun asalkan ditangani dalam waktu cepat, maka peluang untuk sembuh pun lebih besar.
Apa yang Terjadi di Kapal MV Hondius?
Kapal MV Hondius saat ini sedang menjadi pembicaraan karena ditemukan penyebaran virus Andes atau spesies Hantavirus ketika melewati Argentina ke Antartika dan Atlantik Selatan. Pada hari Rabu (6/5) kapal pesiar itu pun dievakuasi ke Kepulauan Canaria di Spanyol setelah sebelumnya berada di pesisir Tanjung Verde di Afrika Barat.
Kemudian tiga penumpang pun harus dievakuasi ke Belanda dan Jerman, di mana dua di antaranya terdeteksi positif Hantavirus dan satunya masih dalam status suspek,



