JAKARTA, HOLOPIS.COM — Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto menilai filosofi Presiden Prabowo Subianto tentang “ikan busuk dimulai dari kepala” kembali relevan di tengah munculnya sejumlah perkara korupsi yang menyeret pejabat maupun mantan pejabat di lembaga strategis negara.
Menurut Hari, rangkaian perkara tersebut menjadi ujian terhadap konsistensi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menjalankan agenda pemberantasan korupsi, sekaligus menguji integritas lembaga negara yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program pemerintah.
Hal itu disampaikan Hari dalam diskusi bertajuk “Dinamika Kasus Korupsi Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran”, dikutip Minggu (20/9/2026).
Hari mengatakan persoalan korupsi tidak semestinya hanya dilihat dari sisi penindakan terhadap individu. Ketika perkara hukum menyentuh pejabat atau institusi strategis, evaluasi juga perlu diarahkan pada sistem pengawasan, tata kelola, serta mekanisme pencegahan di dalam lembaga tersebut.
“Persoalan itu bukan hanya menyangkut penindakan terhadap individu, melainkan juga menyentuh integritas lembaga negara yang memiliki posisi penting dalam menjalankan agenda pemerintahan,” ujar Hari.
Pemberantasan Korupsi
Hari menilai persoalan menjadi semakin serius ketika dugaan tindak pidana korupsi justru muncul dari lingkungan yang memiliki mandat strategis, termasuk yang berkaitan dengan aparat penegak hukum.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai fenomena “memberantas korupsi sambil korupsi.”
“Ini fenomena miris, memberantas korupsi sambil korupsi,” kata Hari.
Menurutnya, perkara yang melibatkan aparat penegak hukum memiliki dimensi lebih luas karena dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat kepada institusi yang seharusnya berada di garis depan pemberantasan korupsi.
“Ketika aparat penegak hukum yang seharusnya memberantas korupsi justru terseret perkara korupsi, ini menjadi persoalan serius yang tidak bisa dianggap biasa,” ujarnya.
BGN dan Tantangan Tata Kelola MBG
Salah satu lembaga yang menjadi perhatian SDR adalah Badan Gizi Nasional (BGN), yang memiliki mandat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.



