“Kami mendorong juga Pak Gubernur Jawa Barat memastikan bahwa koordinasi antaraprovinsi, kota-kota semua berjalan dengan baik,” tegasnya.
TPA Galuga Sudah 34 Tahun
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyoroti persoalan lain yang hendak dijawab melalui pembangunan PSEL, yakni timbunan sampah di TPA Galuga.
Menurut Rudy, TPA tersebut telah beroperasi sejak 1992 atau sekitar 34 tahun.
“Hari ini momentum yang sangat bersejarah dan kami pemerintah Kabupaten Bogor merasa haru, merasa bangga, TPA Galuga berdiri tahun 1992, 34 tahun berdiri, 8 pemimpin negeri ini baru sekarang akhirnya bangsa ini memiliki pengelolaan sampah secara modern,” kata Rudy.
Rudy mengatakan persoalan timbunan sampah di Galuga menjadi salah satu perhatian pemerintah Kabupaten Bogor sejak awal masa kepemimpinannya.
Ia menyebut kehadiran PSEL memberikan pendekatan baru karena sampah tidak hanya ditimbun, tetapi diproses untuk menghasilkan energi.
“Kami pun pada saat dilantik berpikir keras bagaimana caranya TPA Galuga, timbunan sampah 34 tahun bisa selesai. Ternyata apa yang kami pikirkan Presiden lebih dahulu memikirkan, bukan hanya pengelolaan sampah berubah menjadi pengelolaan sampah modern, pengelolaan sampah energi listrik,” jelasnya.
Rudy mengatakan pemerintah tidak ingin persoalan selesai hanya dengan mengurangi volume timbunan sampah.
Ketika sampah lama mulai terurai dan diproses, pemerintah juga akan mendorong pemulihan lingkungan di sekitar kawasan Galuga.
“Pada saat sampahnya mulai terurai, sampahnya mulai diproses, maka kita berupaya bersama-sama mengembalikan kondisi lingkungan seperti awal mula sebelum TPA berdiri dan juga memberikan masa depan yang lebih baik kepada masyarakat Kabupaten Bogor,” imbuhnya.
Pembangunan PSEL juga diharapkan membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar.
Pemkab Bogor telah berkomunikasi mengenai komitmen penyerapan tenaga kerja lokal ketika fasilitas tersebut nantinya mulai beroperasi.
“Nanti mungkin dalam waktu satu setengah tahun sampai dua tahun ke depan pabriknya selesai dibangun dan bisa beroperasi. Komitmen kita bersama-sama adalah tenaga kerja berasal dari masyarakat sekitar,” pungkas Rudy.




