Dalam forum Dewan Keamanan PBB pada 2026, Tata juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya diplomasi dalam menjaga perdamaian.
Ia menekankan bahwa keberhasilan kerja sama multilateral tidak hanya dapat dilihat dari kemampuan menghentikan perang yang sudah terjadi.
Upaya mencegah konflik agar tidak berubah menjadi perang juga menjadi bagian dari pekerjaan diplomasi.
Kini, pengalaman panjang itu berada di bawah tanggung jawab yang lebih besar setelah Tata resmi dilantik sebagai Menlu.
Pendidikan dan Penghargaan
Arrmanatha Christiawan Nasir lahir di Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971.
Untuk pendidikan tinggi, Tata mengambil studi ekonomi di University of Buckingham.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan MBA di University of Leicester dan meraih gelar magister hubungan internasional dari Universitas Indonesia.
Karier diplomatiknya juga mendapat pengakuan dari pemerintah Prancis.
Pada 2021, Tata menerima penghargaan Commander of the Legion of Honour.
Dengan latar belakang tersebut, Tata kini menghadapi tugas baru sebagai Menteri Luar Negeri RI.
Setelah bertahun-tahun berada di berbagai meja perundingan dan forum internasional, ia kini dipercaya Presiden Prabowo untuk memimpin diplomasi Indonesia dari dalam pemerintahan.
Pergantian ini pun menjadi babak baru bagi Tata sekaligus Kementerian Luar Negeri, dengan pengalaman diplomatiknya di PBB, WTO, Prancis, hingga berbagai forum multilateral menjadi bagian dari perjalanan panjang sebelum akhirnya menduduki kursi Menlu.



