Prabowo Subianto Ingatkan Potensi Penjajahan Model Baru

0 Shares
Ukuran text:
21
Dengarkan Berita:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto berbicara mengenai kondisi global yang saat ini mengalami ketidakpastian akibat berbagai kondisi.

Prabowo Subianto pun menyatakan, kecemerlangan para pendiri bangsa atas ideologi Pancasila yang mempersatukan ras, suku, agama, bahasa dan adat menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi suatu pondasi yang kuat sampai saat ini.

“Kecemerlangan kedua founding fathers kita menggagas Pancasila dasar negara yang bisa mempersatukan semua suku bahasa adat daerah yang berbeda-beda ini juga menurut saya tanpa ada Pancasila, Republik Indonesia bisa terancam. Pancasila yang mempersatukan kita,” kata Prabowo dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (1/6).

Ancaman global yang menyerang Indonesia pun saat ini kedepannya diprediksi akan semakin banyak terlebih dengan berbagai kekayaan alam yang dimiliki.

“Bangsa kita begitu kaya, karena kekayaan kita, resources kita, kita jadi sasaran ratusan tahun. Jadi, dalam kondisi ini karena kekayaan kita sebenarnya selalu ingin dijajah,” tukasnya.

Ancaman global tersebut kemudian menurut Prabowo, terbilang sudah lebih modern dan harus diwaspadai.

“Jadi, dalam kondisi ini karena kekayaan kita sebenarnya selalu ingin dijajah kalau sekarang penjajahan tidak seperti pakai kapal. Sekarang penjajahan ekonomi dan tekanan politik macam-macam bisa dikendalikan,” ungkapnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronald Steven
Tim Penulis & Editor
Ronald Steven
Apresiasi untuk Ronald Steven

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU