“Bahan bakunya dari ubi?” tanya Prabowo.
Kapolri menjawab bahan tersebut berasal dari ubi atau singkong.
Jawaban itu membuat Prabowo tertarik. Ia bahkan meminta agar teknologi tersebut segera diteliti dan dikembangkan.
“Intinya dia bisa meredam, ya? Menarik sekali itu. Bahan bakunya dari ubi? Dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar ya. Ajukan biaya untuk produksinya,” kata Prabowo.
Nah, di sinilah istilah unik itu muncul.
Prabowo kemudian menyebut metode tersebut sebagai “ubi bombing”, sebagai alternatif dari waterbombing yang menggunakan air dari udara untuk menjangkau titik-titik api.
“Ya kita usahakan semua upaya ya. Berarti yang kita water bomb, bukan water bomb ya, ubi bombing,” ujar Prabowo.
Meski terdengar unik, gagasan tersebut bukan sekadar permainan istilah.
Prabowo meminta jajarannya serius menguji kemungkinan penggunaan bahan berbasis singkong tersebut.
Kapolri sebelumnya menjelaskan bahan dalam bentuk tepung atau bola-bola dapat digunakan untuk api kecil.
Sementara untuk kebakaran yang lebih besar, efektivitasnya bergantung pada ukuran dan volume bahan yang digunakan.
Ada pula formulasi yang dapat diaplikasikan dengan cara disemprotkan.
Prabowo pun meminta BRIN mengecek kemampuan produksi bahan tersebut.



