HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan akhir pekan (weekend) dengan menggelar serangkaian rapat strategis bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannnya di Hambalang, Minggu (8/3/2026).
Dalam agenda yang berlangsung sejak siang hingga malam hari itu, Prabowo menggelar sedikitnya lima rapat berbeda dengan memanggil beberapa pejabat terkait.
“Pada minggu siang sampai malam hari, Presiden Prabowo Subianto menggelar 5 rapat berbeda dengan memanggil beberapa menteri Kabinet Merah Putih,” demikian tertulis di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, dikutip Holopis.com, Senin (9/3/2026).
Berbagai itu penting dibahas dalam rapat maraton tersebut, baik isu dalam negeri maupun luar negeri. Pertama soal perkembangan pembangunan 10 kampus baru yang berfokus pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), serta pendidikan kedokteran.
Kedua, soal progres pengembangan beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Upaya ini diarahkan agar universitas-universitas di Indonesia mampu meningkatkan peringkatnya di kancah global serta memperluas kerja sama akademik dengan perguruan tinggi terkemuka dunia.
Tak cuma soa pendidikan, Isu geopolitik global turut menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Presiden memantau perkembangan situasi di Timur Tengah, termasuk kondisi mahasiswa asal Palestina yang saat ini menempuh pendidikan di Indonesia.
Diketahui, bahwa program beasiswa bagi mahasiswa Palestina sendiri telah dimulai sejak Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) pada tahun 2022 lalu.
Kala itu, Prabowo mengundang sekitar 20 hingga 40 pelajar Palestina untuk menempuh pendidikan di Indonesia. Sebagian mereka ditempatkan di Universitas Pertahanan (Unhan).
“Sejak tahun 2022 Presiden Prabowo mengundang 20-40 anak-anak Palestina bersekolah di Indonesia hingga sekarang mencapai hampir 200 mahasiswa-mahasiswi,” tulis Sekretariat Kabinet.
Selain isu pendidikan dan geopolitik, rapat juga menyinggung kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dengan waktu sekitar 10 hari menuju Lebaran, pemerintah menyoroti aspek keamanan serta kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik.
Adapun dalam rapat tersebut, turut hadir Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Rektor Universitas Pertahanan, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa.



