JAKARTA — Gerakan Pemuda Jakarta Cinta Indonesia (GPJCI) menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga demokrasi, persatuan bangsa, serta keamanan dan ketertiban dengan mengedepankan cara-cara damai, tertib, dan bermartabat.
Seruan tersebut disampaikan GPJCI melalui pernyataan sikap yang menekankan pentingnya menjaga ruang demokrasi sekaligus menghormati hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Koordinator GPJCI, Kuat Wibowo, mengatakan kebebasan menyampaikan aspirasi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dan tidak disertai tindakan anarkis, kekerasan, provokasi, maupun perusakan fasilitas umum.
“Kami menghormati setiap aspirasi masyarakat. Namun demokrasi harus dijalankan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab. Jangan sampai perbedaan pandangan berubah menjadi kekerasan dan justru merugikan masyarakat,” ujar Kuat Wibowo di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
GPJCI juga menyatakan dukungan terhadap pemerintahan yang sah, dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam menjalankan tugas dan program pembangunan nasional, yang ditujukan bagi kepentingan masyarakat serta kemajuan Indonesia.
Menurut Kuat, perbedaan pandangan maupun pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Kendati demikian, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persaudaraan dan persatuan antarsesama warga negara.
“Demokrasi memberikan ruang bagi kita untuk berbeda pendapat. Tetapi perbedaan itu jangan sampai membuat kita kehilangan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” katanya.

GPJCI turut mengajak kalangan pemuda mengambil peran sebagai pelopor perdamaian dengan mengedepankan dialog, argumentasi, serta penyampaian aspirasi secara santun dan bermartabat.
Masyarakat juga diimbau tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, ujaran kebencian, maupun berbagai narasi yang berpotensi memicu konflik dan perpecahan.
Di sisi lain, GPJCI menyatakan dukungan kepada aparat keamanan dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Namun, pengamanan di lapangan dinilai perlu dilakukan secara profesional, proporsional, serta tetap menghormati hak-hak warga negara.
“Aspirasi boleh berbeda, Indonesia tetap satu. Tolak anarki, jaga demokrasi dan jaga Indonesia,” tegas Kuat yang juga merupakan mantan Ketua GP Ansor di wilayah Jakarta Selatan.
Terakhir, ia juga menyampaikan pesan penting bahwa apa pun langkah demokrasi yang dilakukan masyarakat khususnya di wilayah Jakarta, agar senantiasa menjunujung tinggi kondusifitas dan nilai-nilai kebhinnekaan.



