Dukungan spiritual itu disampaikan ketika proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak masih berlangsung.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dikutip dalam laporan tersebut, sedikitnya 75 orang meninggal dunia akibat gempa NTT.
Sementara itu, 907 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Kondisi di wilayah terdampak juga masih perlu diwaspadai.
Aktivitas gempa susulan tercatat terus terjadi setelah gempa utama mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya.
Hingga Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 3.752 gempa susulan.
Salah satu gempa susulan yang dirasakan masyarakat terjadi pada Kamis pagi dengan magnitudo 5,7.
BNPB pun mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Di tengah situasi tersebut, berbagai bentuk dukungan terus mengalir untuk masyarakat NTT.
Bantuan kemanusiaan dibutuhkan untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal maupun mereka yang masih menjalani proses pemulihan setelah bencana.
Pesan Paus Leo XIV turut menambah perhatian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak.
Doa dan solidaritas tersebut menjadi pengingat bahwa penderitaan akibat bencana tidak hanya menjadi perhatian masyarakat Indonesia, tetapi juga mendapat simpati dari komunitas internasional.
Kini, selain penanganan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar, upaya pemulihan wilayah terdampak menjadi pekerjaan penting yang harus terus dilakukan.



