HOLOPIS.COM, JAKARTA – Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, menyepakati penyelesaian perkara senilai US$18 miliar atau sekitar Rp300 triliun untuk mengakhiri gugatan terkait dampak media sosial terhadap anak. Kesepakatan tersebut melibatkan 29 negara bagian di Amerika Serikat dan membuat persidangan yang baru berjalan beberapa hari berakhir lebih cepat dari perkiraan.
Perkara tersebut berpusat pada dugaan pelanggaran terhadap perlindungan privasi anak serta cara platform Meta menangani keamanan pengguna berusia muda. Gugatan menggunakan dasar hukum Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA), aturan federal Amerika Serikat yang mengatur pengumpulan dan penggunaan data anak di bawah usia 13 tahun.
Meta Tak Akui Kesalahan dalam Perkara
Meski memilih menyelesaikan perkara, Meta tidak mengakui telah melakukan pelanggaran. Kesepakatan tersebut justru menjadi jalan keluar setelah sejumlah kesaksian selama persidangan mulai menyoroti cara perusahaan menangani persoalan keamanan anak di platformnya.
Salah satu kesaksian datang dari mantan karyawan Instagram, Arturo Béjar. Ia sebelumnya mengungkap adanya laporan mengenai pengalaman buruk dan konten berbahaya yang dialami pengguna muda. Kesaksian tersebut turut menjadi sorotan dalam proses hukum yang dihadapi Meta.
Potensi kerugian Meta jika perkara berujung pada kekalahan sebenarnya jauh lebih besar. Perhitungan maksimal bahkan sempat mencapai lebih dari US$1 triliun. Namun, skenario tersebut dinilai sangat kecil kemungkinannya terjadi.
Aturan Baru untuk Pengguna Remaja
Sebagai bagian dari penyelesaian, Meta akan menerapkan sejumlah perubahan terhadap penggunaan Facebook dan Instagram oleh remaja. Salah satu yang paling mencolok adalah batas penggunaan selama dua jam per hari yang akan menjadi pengaturan bawaan bagi akun remaja yang telah diketahui usianya.
Durasi penggunaan tersebut berlaku untuk aktivitas di Facebook dan Instagram. Namun, pesan langsung tidak masuk dalam hitungan batas waktu tersebut.
Meta juga akan membisukan notifikasi pada tengah malam hingga pukul 06.00. Pada hari sekolah, notifikasi akan dinonaktifkan pada pukul 08.00 hingga 15.00. Sementara itu, jumlah tanda suka pada unggahan akan disembunyikan bagi pengguna remaja.
Teknologi Verifikasi Usia Diperkuat
Perusahaan juga berencana meningkatkan kemampuan dalam mengenali pengguna anak dan remaja. Sistem tersebut akan dikembangkan untuk membantu mengidentifikasi akun yang kemungkinan digunakan oleh anak-anak, termasuk pengguna yang memasukkan usia tidak sesuai saat membuat akun.
Sebagian besar fitur perlindungan baru ditargetkan tersedia sebagai pengaturan bawaan atau pilihan bagi remaja dalam waktu enam bulan. Upaya identifikasi usia pengguna akan membutuhkan waktu lebih lama dan ditargetkan berjalan dalam satu tahun.
Tekanan terhadap Industri Media Sosial
Langkah Meta ini datang ketika perusahaan media sosial menghadapi tekanan yang semakin besar terkait dampaknya terhadap anak dan remaja. Selama bertahun-tahun, platform digital mendapat kritik karena dinilai mampu mendorong penggunaan berlebihan serta membuat pengguna muda terpapar berbagai risiko secara terus-menerus.
Meta menyatakan perlindungan tersebut akan lebih efektif apabila diterapkan secara luas oleh platform lain. Dengan demikian, perubahan di Facebook dan Instagram berpotensi menjadi bagian dari standar baru yang juga diikuti perusahaan media sosial lainnya.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri media sosial mulai memasuki fase baru. Platform yang sebelumnya berlomba meningkatkan waktu penggunaan dan keterlibatan pengguna kini semakin dituntut membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis mereka dapat berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap pengguna muda



