Mencari yang Hijau Lewat Flona 2026 di Tengah Hutan Beton Jakarta

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di tengah padatnya bangunan dan semakin terbatasnya pepohonan di sejumlah sudut Jakarta, suasana hijau menjadi pemandangan yang dicari sebagian warga. Pameran Flora dan Fauna (Flona) 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pun dimanfaatkan pengunjung untuk menikmati suasana hijau di tengah padatnya hutan beton perkotaan.

Hal itu dirasakan Tiwi dan Vina, warga Cilincing, Jakarta Utara, yang sengaja datang ke Flona 2026 setelah melihat informasi mengenai pameran tersebut di TikTok. Keduanya tertarik melihat langsung beragam tanaman sekaligus menikmati suasana hijau yang jarang mereka temui di lingkungan sehari-hari.

“Kita sengaja sih, awalnya kan lihat di TikTok gitu, bagus kan banyak tanaman-tanamannya juga, terus sengaja ke sini,” kata Tiwi saat ditemui Holopis.com di Flona 2026, Selasa (8/9).

Bagi Tiwi, keberadaan kawasan hijau seperti Flona 2026 memberikan suasana berbeda dari lingkungan yang sehari-hari ia temui di Jakarta. Ia sengaja datang karena ingin melihat banyak tanaman dalam satu lokasi, terlebih pameran yang menghadirkan ratusan jenis tanaman dari 147 stan khusus flora ini hanya berlangsung selama satu bulan.

“Apalagi di Jakarta ini ya, jadi kayak pengen lihat yang hijau-hijau, jadi sengaja datang ke sini, jarang juga, ini (Flona) kan cuma sebulan kan ya,” ujarnya.

Nuansa asri yang dirasakan juga membuat keduanya merasakan perbedaan dari sisi kenyamanan. Vina menilai lingkungan yang dipenuhi tanaman membuat udara terasa lebih segar, sehat, dan sejuk.

“Udaranya juga lebih seger ya kalau kayak gini, lebih sehat, lebih adem,” kata Vina.

Menurut Vina, keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) semakin penting karena pepohonan di Jakarta dinilai semakin jarang ditemukan di tengah banyaknya bangunan. Kondisi tersebut membuat lanskap hijau yang dihadirkan sejumlah ekoregion buatan di Flona 2026 menjadi sesuatu yang menarik bagi pengunjung.

“Kayaknya di Jakarta ini pohon-pohon itu udah jarang ya, banyak bangunan,” ujar Vina.

Tak hanya menikmati pemandangan sekitar dengan berswafoto, pengalaman berada di Flona 2026 bahkan membuat Tiwi mulai tertarik untuk menanam lebih banyak tanaman di rumah. Ia ingin memulainya dari jenis yang mudah dirawat seperti kaktus dan sukulen, sebelum mengembangkan koleksi hingga memiliki kebun sendiri.

“Jadi ada ketertarikan juga pengen nanam, nyoba dulu dari yang paling gampang, siapa tahu nanti punya kebun,” tutur Tiwi.

Warga Berfoto Di Flona Holopis
Warga berfoto di Flona 2026. [Foto: Holopis.com/Vhina]

Rimbunnya pepohonan dan segarnya udara di Flona 2026 kemudian membuat keduanya juga turut memikirkan kondisi lingkungan di Indonesia. Tiwi mengaku sedih melihat pemberitaan mengenai kebakaran hutan di Kalimantan dan menilai lingkungan seharusnya mendapat perhatian lebih.

“Sekarang itu kan beritanya kebakaran ya Kalimantan, jadi kayak sedih juga sih denger beritanya. Lingkungan kan seharusnya dijaga karena kalau hutannya gak ada, hewan-hewan juga jadi gak punya tempat (tinggal),” kata Tiwi.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Redaktur
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Redaktur
Redaktur
Redaktur
Administrator
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU