HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon memandang bahwa apa yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam hubungan internasional selama ini patut dipuji.
Salah satunya adalah dengan terlibatnya Indonesia alam forum Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Hal ini disampaikan karena melihat keadaan dunia saat ini yang menurutnya cukup tak waras dan sulit untuk memprediksi apa sebenarnya yang hendak dilakukan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.
Termasuk soal kecanggihan dan kemajuan arsenal militer dan peralatan perang mereka yang bisa mendeteksi manusia secara real time, menyerangnya langsung dan sebagainya. Serta ditambah dengan kekuatan ekonomi negara super power tersebut.
Setidaknya dengan berhubungan baik dan mengikuti pola permainan Amerika Serikat di bawah komando Donald Trump menurutnya menjadi strategi Prabowo yang cukup cerdik demi kepentingan keamanan Indonesia, dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
“Apa yang dilakukan pak Prabowo satu tahun ini menurutku sudah tepat untuk kebaikan kita semua 280 juta rakyat Indonesia, keselamatan dan keamanan bangsa kita,” tulis Jansen dalam akun X pribadinya @jansen_sp seperti dikutip Holopis.com, Minggu (1/3/2026).

Pun demikian, ia tak menampik bahwa masih banyak bangsa Indonesia yang tentu tidak sependapat dan sepemikirannya. Akan tetapi dalam kacamata geopolitik, menurut Jansen itulah cara yang paling aman sehingga Indonesia masih cukup tangguh dan kuat sampai dengan saat ini.
“Silakan saja bagi teman-teman yang terus mau menentang Amerika, khususnya di medsos, karena mampunya kita memang baru di situ. Termasuk bagi yang tidak setuju dengan langkah pak Prabowo,” ujarnya.
Perhitungan realistis tentu menurut Jansen adalah seperti apa yang telah dilakukan Prabowo. Menjaga situasi tetap aman dan kondusif, Indonesia tidak dianggap musuh oleh Amerika, karena jika harus berhadapan dengan segala infrastruktur persenjataan hingga ekonomi, tentu Indonesia bukan tandingan Negara Paman Sam tersebut.
“Tapi pertanyaannya kita mau melawan Amerika ini pake apa? Dengan kekuatan militer dan ekonomi kita yang sekarang masih terbatas?? Mari kita rasional,” tutur Jansen.
Setidaknya, ia berharap era kegilaan Donald Trump akan segera habis. Sekurang-kurangnya pasca kepemimpinannya di Amerika Serikat, dan kemudian diganti dengan Presiden baru yang lebih dewasa dan bijaksana.
“Mungkin pasca Trump selesai jabatannya dan penggantinya tidak sama doktrinnya dengan dia,” tandasnya.



