HOLOPIS.COM, SUMBAWA — Permadani alam maritim Nusa Tenggara Barat kini memiliki bintang baru yang siap menyihir mata dunia lewat pesona megah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota di Kabupaten Sumbawa.
Kawasan terpadu ini memadukan bentangan laut biru nan jernih, ekosistem konservasi yang lestari, serta denyut kebudayaan lokal Sumbawa dalam satu panggung pariwisata yang amat memikat.
Kementerian Pariwisata secara resmi mendorong percepatan KEK Samota sebagai episentrum wisata bahari kelas dunia yang menyatukan pesona alam dan peluang ekonomi berkelanjutan.
Daya tarik utama KEK Samota terletak pada hamparan perairan pesisirnya yang kaya akan biota laut dan terumbu karang indah, menjadikannya surga baru bagi para pencinta aktivitas bahari.
Tak hanya menyuguhkan pemandangan laut yang menakjubkan, kawasan ini juga merangkul konsep konservasi alam untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Keunikan Samota semakin lengkap berkat sentuhan tradisi dan kearifan lokal masyarakat Sumbawa yang siap memberikan pengalaman wisata otentik bagi para pelancong.
Pengembangan destinasi megah ini mengusung perpaduan konsep ekonomi biru, ekonomi hijau, ekonomi sirkular, hingga ekonomi kreatif yang saling melengkapi.
Melalui pendekatan holistik tersebut, KEK Samota tidak hanya menjual keindahan lanskap, tetapi juga menggerakkan sektor perikanan, peternakan, agroindustri, dan UMKM lokal.
Dari segi keandalan akses, para wisatawan dapat menjangkau surga bahari ini dengan mudah melalui gerbang udara Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin.
Konektivitas kawasan ini kian solid berkat dukungan Pelabuhan Pototano yang menghubungkan Pulau Sumbawa secara langsung dengan kemolekan Pulau Lombok.
Prospek keindahan Samota kian terbukti dari lonjakan geliat wisatawan nusantara yang menembus lebih dari setengah juta kunjungan ke Sumbawa sepanjang tahun lalu.
Pasar mancanegara dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, hingga Eropa pun terus mengalir deras melalui pintu masuk bandara internasional di Lombok.
Pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem pariwisata Samota melalui peningkatan kualitas destinasi, penataan infrastruktur, hingga penyiapan kapasitas SDM lokal.



