“Ini akan menjadikan the whole ecosystem ada di sini. Kita akan menjadi rantai pasok global baterai kendaraan listrik,” tegasnya.
Menurut dia, hilirisasi nikel merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk mendorong industrialisasi di Indonesia.
Artinya, pengolahan mineral tidak berhenti pada produk antara, tetapi diarahkan untuk masuk ke industri dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Dari Nikel sampai Daur Ulang
Morowali menjadi salah satu kawasan yang disebut Rosan dalam pengembangan ekosistem tersebut.
Dengan proyek-proyek baru yang masuk, ekosistem baterai kendaraan listrik ditargetkan tidak berhenti pada proses produksi. Tahap daur ulang baterai juga mulai masuk dalam pengembangan.
“Dan tentunya hilirisasi ini ujungnya adalah industrialisasi. Di Morowali ini dengan proyek-proyek yang baru ini, ini akan menyebabkan kita mempunyai the whole ecosystem of EV battery sampai dengan recycle baterainya,” kata Rosan.
Dengan begitu, rantai industri yang dibangun di dalam negeri diharapkan semakin panjang dan tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah.
Investasi Baru USD10,2 Miliar
Pembangunan ekosistem tersebut juga dibarengi masuknya investasi baru dalam sejumlah proyek strategis di kawasan IWIP.
Rosan menyebut total investasi baru yang masuk mencapai USD10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.
Investasi tersebut berasal dari berbagai negara dan melibatkan sejumlah perusahaan global.
“Dari 10 itu Bapak Presiden, 4 proyek baru selesai dan memiliki seremoni komersial dan juga ekspor senilai USD 3,4 miliar yang sudah selesai atau kurang lebih Rp60 triliun, dan 6 proyek lainnya senilai USD 6,8 miliar melaksanakan seremoni peletakan batu pertama,” pungkasnya.
Empat proyek telah memasuki tahap komersial dan ekspor dengan nilai USD3,4 miliar. Sementara enam proyek lainnya senilai USD6,8 miliar baru memasuki tahap peletakan batu pertama.
Pembangunan kawasan industri Weda Bay dan Morowali menjadi bagian dari agenda hilirisasi yang terus didorong pemerintah.
Data BKPM sebelumnya mencatat realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan, dengan penyerapan 1.448.862 tenaga kerja.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong pengembangan rantai pasok kendaraan elektrifikasi, termasuk baterai, komponen, hingga proses daur ulang.



