Geger! Paper Nobel MBG Diduga Hasil AI, Terdeteksi 93 Persen dan Sisa Prompt Masih Nongol

0 Shares

Paper berjudul Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency: Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia’s Economic Growth itu diunggah ke platform ilmiah Social Science Research Network (SSRN) pada 31 Maret 2026.

Di dalam dokumen tersebut, nama Presiden Prabowo Subianto tercantum sebagai penulis pertama bersama sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan institusi.

Isi paper membahas Program Makan Bergizi Gratis sebagai kebijakan yang dinilai mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan, menggerakkan ekonomi, dan mendukung terciptanya perdamaian melalui pengurangan kemiskinan.

Namun, perhatian publik kini justru lebih tertuju pada dugaan penggunaan AI dibanding isi paper itu sendiri.

Banyak warganet mempertanyakan bagaimana sebuah dokumen ilmiah yang mencantumkan nama kepala negara masih menyisakan kalimat yang diduga merupakan instruksi AI.

Ramainya polemik membuat pemerintah turun tangan.

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) bersama Kementerian Dalam Negeri menyatakan sedang melakukan investigasi untuk memastikan asal-usul dokumen, proses penyusunannya, serta keterlibatan pihak-pihak yang namanya tercantum sebagai penulis.

Kepala Bakom Muhammad Qodari mengatakan investigasi masih berlangsung.

Sementara itu, muncul pula klaim dari sejumlah pihak yang menyebut Presiden Prabowo tidak mengetahui, tidak memerintahkan, dan tidak memberikan persetujuan atas penyusunan paper tersebut.

Dugaan pencatutan nama pun ikut mencuat, meski hingga kini belum ada kesimpulan resmi dari pemerintah.

Perlu diketahui, publikasi di SSRN tidak berarti sebuah paper otomatis menjadi nominasi resmi Nobel Perdamaian.

SSRN merupakan platform publikasi karya ilmiah, sedangkan proses nominasi Nobel Perdamaian dilakukan melalui mekanisme tersendiri yang bersifat tertutup dan hanya dapat diajukan oleh pihak-pihak yang memenuhi syarat.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa penggunaan AI dalam penulisan ilmiah harus dilakukan secara bertanggung jawab.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU