Ekonomi Dunia Belum Aman, IMF Soroti Utang, Inflasi dan Guncangan Energi

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) mendesak pemerintah di berbagai negara untuk segera mengatasi tekanan fiskal yang semakin besar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Di saat yang sama, bank sentral diminta tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan kondisi ekonomi dunia memang masih menunjukkan ketahanan. Namun, sejumlah risiko yang membayangi perekonomian global membuat pemerintah dan bank sentral tidak boleh lengah.

“Semua negara perlu mengatasi masalah fiskal mereka serta menyusun dan menyampaikan rencana kredibel untuk memastikan utang dan defisit mereka berada di jalur yang berkelanjutan,” kata Georgieva kepada wartawan dalam pernyataannya di kantor pusat IMF di Washington, Selasa (25/8), dikutip Holopis.com.

Ia juga menegaskan pentingnya peran bank sentral dalam menghadapi tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda. “Bank sentral harus benar-benar fokus pada mandatnya untuk menjaga stabilitas harga,” tambahnya.

Menurut Georgieva, ekonomi dunia sejauh ini masih mampu bertahan menghadapi inflasi yang sulit ditekan serta ketegangan perdagangan. Salah satu penopangnya adalah lonjakan investasi di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Meski demikian, ketidakpastian terhadap prospek ekonomi global masih tinggi. Hal itu antara lain tercermin dari kenaikan imbal hasil obligasi serta minimnya kemajuan dalam upaya menurunkan inflasi. Georgieva juga mengingatkan bahwa dampak guncangan energi yang bersumber dari perang di Iran belum berakhir.

“Singkatnya, kita benar-benar menghadapi tarik-menarik antara guncangan pasokan negatif dari Timur Tengah dan guncangan permintaan positif dari AI,” tuturnya.

IMF dijadwalkan menggelar pertemuan tahunan di Bangkok pada Oktober mendatang. Dalam agenda tersebut, IMF diperkirakan kembali merilis penilaian terbaru mengenai kondisi dan prospek ekonomi global.

Pada Juli lalu, IMF mempertahankan sebagian besar proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 3% untuk 2026. Namun, lembaga tersebut menaikkan proyeksi harga konsumen global, terutama akibat kenaikan biaya energi dan pangan.

IMF Waspadai Risiko Energi hingga AI

Georgieva menyebut sejumlah risiko yang berpotensi menekan perekonomian global ke depan. Salah satunya adalah menyusutnya cadangan minyak dan gas ketika belahan bumi utara memasuki musim dingin.

Selain itu, pola cuaca El Niño yang parah berpotensi meningkatkan kerawanan pangan. IMF juga mencermati dampak perkembangan AI terhadap stabilitas sistem keuangan.

Berbagai risiko tersebut membuat pemerintah dan pembuat kebijakan ekonomi diminta tidak terlena oleh ketahanan ekonomi global sejauh ini.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU