Donald Trump Klaim Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Nyatanya?

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA –  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa nota kesepahaman terkait perdamaian dengan Iran kini sebagian besar telah dinegosiasikan dan akan membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya terdampak konflik.

Dilansir dari berbagai laporan, Trump menyampaikan pernyataan tersebut melalui media sosial pada Sabtu (23/5) waktu setempat. Namun, klaim itu langsung dibantah oleh kantor berita Iran, Fars.

Dalam unggahannya, Trump mengatakan rincian akhir dari kesepakatan masih dibahas sebelum diumumkan secara resmi.

“Aspek dan detail akhir dari kesepakatan saat ini sedang dibahas dan akan segera diumumkan,” tulis Trump, dikutip Holopis.com, Minggu (24/5).

Selat Hormuz sendiri menjadi sorotan global setelah konflik antara AS, Israel, dan Iran sejak Februari lalu memicu gangguan besar terhadap jalur distribusi energi dunia. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas internasional.

Meski begitu, kantor berita Fars melaporkan bahwa kesepakatan yang sedang dibahas justru memungkinkan Iran tetap mengelola Selat Hormuz. Media itu juga menyebut pernyataan Trump soal pembukaan kembali selat tersebut “tidak sesuai dengan kenyataan”.

Di sisi lain, Iran sebelumnya mengonfirmasi tengah mengupayakan nota kesepahaman untuk mengakhiri perang usai pertemuan pejabat tinggi negara itu dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.

Militer Pakistan menyebut proses negosiasi menunjukkan perkembangan yang “menggembirakan”. Bahkan, dua sumber Pakistan yang terlibat dalam pembicaraan mengatakan rancangan kesepakatan tersebut cukup komprehensif untuk mengakhiri konflik.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga sempat memuji langkah Trump melalui unggahan di platform X.

“Upaya luar biasa Donald Trump dalam mendorong perdamaian patut diapresiasi,” demikian isi unggahan tersebut.

Sementara itu, sejumlah sumber menyebut kerangka kesepakatan yang sedang dinegosiasikan akan berjalan dalam tiga tahap.

Tahap pertama adalah penghentian perang secara resmi. Tahap kedua berfokus pada penyelesaian krisis di Selat Hormuz. Sedangkan tahap ketiga mencakup negosiasi lanjutan selama 30 hari terkait perjanjian yang lebih luas, dengan kemungkinan perpanjangan waktu.

Salah satu sumber dari Pakistan mengatakan bahwa apabila AS menerima nota kesepahaman tersebut, pembicaraan lanjutan kemungkinan akan kembali dilakukan setelah libur Idulfitri berakhir pada Jumat mendatang.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU