Donald Trump Klaim Iran Kebelet Capai Kata Sepakat

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya menerima panggilan telepon dari Iran pada Senin (13/4) pagi waktu setempat.

Donald Trump mengklaim bahwa dalam pembicaraan tersebut Teheran ssangat ingin mencapai kesepakatan, sekaligus mengisyaratkan bahwa Washington juga berkeinginan mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik.

Kendati demikian, Trump tidak mengungkapkan apakah Washington telah menyetujui putaran pembicaraan lanjutan sebelum gencatan senjata berakhir pada 21 April.

Namun, sejumlah media AS, mengutip pejabat Amerika dan sumber regional, menyebutkan bahwa baik Washington maupun Teheran masih membuka peluang untuk pembicaraan lebih lanjut.

“Saya bisa mengatakan bahwa kami telah dihubungi oleh pihak lain. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan, sangat ingin,” kata Donald Trump dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (14/4).

Trump kemudian juga menyinggung persoalan nuklir yang tidak akan mungkin dimiliki oleh Iran. Oleh karena itu, Trump meyakini bahwa kesepakatan memang akan segera terwujud.

“Ini soal nuklir. Ini soal fakta bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Iran, catat ini. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir, dan kami telah menyetujui banyak hal, tetapi mereka tidak menyetujui hal itu. Dan saya pikir mereka akan menyetujuinya,” terangnya.

“Saya hampir yakin akan hal itu. Bahkan, saya yakin. Jika mereka tidak setuju, maka tidak ada kesepakatan. Tidak akan pernah ada kesepakatan,” imbuhnya.

Amerika Serikat dan Iran masih terlibat dalam pembicaraan, sementara kedua belah pihak berupaya mencari jalan keluar diplomatik untuk perang.

Para mediator dari Pakistan, Mesir, dan Turkiye sedang berupaya menghidupkan kembali negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran sebelum gencatan senjata saat ini berakhir.

“Kami belum berada dalam kebuntuan total. Pintu belum tertutup. Kedua pihak masih bernegosiasi. Ini seperti pasar,” kata seorang sumber regional kepada media daring AS, Axios.

Para analis lokal mengatakan bahwa Washington mendesak Teheran untuk menghentikan pengayaan uranium dan melepaskan persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi, sementara Iran berupaya mendapatkan pencairan dana yang dibekukan dan pelonggaran sanksi yang lebih luas.

Menteri luar negeri Turkiye dan Mesir melakukan panggilan telepon terpisah dengan mitra setara mereka di Pakistan. Setelah itu, keduanya berbicara dengan utusan Gedung Putih, Steve Witkoff, serta Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi.

Pernyataan terbaru Trump disampaikan beberapa jam setelah militer AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, serta ancamannya bahwa militer AS akan menghancurkan kapal Iran mana pun jika mendekati blokade AS di Selat Hormuz.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronald Steven
Tim Penulis & Editor
Ronald Steven
Apresiasi untuk Ronald Steven

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU