Neraca Dagang RI Masih Surplus, Tapi Impor Naik Hampir 20 Persen

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus sepanjang Januari-Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus mencapai USD 3,70 miliar, meski impor tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan ekspor.

Surplus tersebut ditopang kuat oleh perdagangan nonmigas yang masih mencatatkan angka positif. Sementara itu, sektor migas tetap menjadi sumber defisit.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan surplus kumulatif perdagangan Indonesia terutama berasal dari sektor nonmigas.

“Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan catatan BPS, perdagangan nonmigas mencatat surplus USD 22,45 miliar. Sebaliknya, perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar.

Pada Juli 2026 saja, neraca perdagangan Indonesia masih surplus sekitar USD 0,12 miliar.

- Advertisement -

Ekspor Tembus USD 167 Miliar

Dari sisi ekspor, kinerja Indonesia selama tujuh bulan pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan.

Nilai ekspor Januari-Juli 2026 mencapai USD 167,03 miliar, naik 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan terutama berasal dari ekspor nonmigas yang tumbuh 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar.

Sektor industri pengolahan masih menjadi motor utama. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar, meningkat 7,16 persen dibandingkan Januari-Juli 2025.

Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia.

Nilai ekspor nonmigas ke Tiongkok mencapai USD 40,62 miliar, atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia.

Amerika Serikat menyusul dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen. Berikutnya India dengan nilai ekspor USD 11,00 miliar atau 6,87 persen.

Impor Naik Hampir 20 Persen

Di tengah ekspor yang tumbuh, impor justru mengalami kenaikan lebih tinggi.

BPS mencatat nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 mencapai USD 163,33 miliar, naik 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU