HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pengguna KRL yang biasa naik dan turun di Stasiun Karet harus mengubah rutinitas perjalanan mulai hari ini, Selasa (1/9). Stasiun Karet resmi tidak lagi melayani penumpang karena proses integrasi dengan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City mulai dikerjakan.
Selama proses berlangsung, pengguna KRL diarahkan untuk memanfaatkan Stasiun BNI City sebagai alternatif utama. Berdasarkan pantauan Holopis.com di Stasiun BNI City, Selasa (1/9), sejumlah penumpang sempat terlihat kebingungan mencari akses keluar menuju kawasan Karet setelah turun dari kereta.
Petugas stasiun kemudian memberikan arahan mengenai jalur yang harus dilalui penumpang, termasuk akses menuju peron dan pintu keluar di sisi barat stasiun.

Akses Keluar Stasiun dari Arah Manggarai
Petugas mengarahkan penumpang dari arah Manggarai untuk turun di peron satu dan berpindah menuju peron dua sebelum melakukan tap out. Penumpang diminta mengikuti arahan petugas agar tidak salah jalur saat menuju pintu keluar dan kawasan Karet.
Dari peron satu, penumpang perlu naik ke lantai dua menggunakan eskalator, tangga, maupun lift. Setelah itu, penumpang berjalan ke sebelah kiri untuk kembali turun ke lantai satu dan menuju peron dua.
Fasilitas berupa gate elektronik, loket, dan hall di sisi barat Stasiun BNI City telah disiapkan. Fasilitas tersebut nantinya terintegrasi dengan akses dari pintu Karet sehingga pengguna eks Stasiun Karet dapat menuju BNI City melalui jalur yang telah ditentukan.
Pada saat yang sama, kepadatan terlihat di sekitar gate untuk melakukan tap out. Setelah melewati gate, penumpang dapat keluar melalui pintu barat Stasiun BNI City atau menuju arah Jalan KH Mas Mansyur.
Akses Keluar dari Arah Tanah Abang
Sementara itu, penumpang yang datang dari arah Tanah Abang memiliki rute yang lebih sederhana. Mereka dapat turun langsung di peron dua dan melakukan tap out tanpa perlu berpindah dari peron satu ke peron dua.
Setelah keluar dari Stasiun BNI City, penumpang masih harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melalui selasar di samping Stasiun Karet.
Jarak dari Stasiun BNI City menuju kawasan Stasiun Karet sekitar 400 meter dengan waktu tempuh kurang lebih lima menit berjalan kaki. Sepanjang jalur tersebut, kondisi jalan terpantau cukup baik dan dapat dilalui pejalan kaki.
Aktivitas pejalan kaki terlihat berasal dari penumpang yang keluar maupun yang akan masuk ke Stasiun BNI City.
Kondisi Stasiun BNI City Saat Penutupan Stasiun Karet
Pantauan di dalam Stasiun BNI City juga menunjukkan kepadatan penumpang terjadi ketika kereta tiba. Setelah penumpang keluar dari peron dan menyebar menuju akses keluar, kondisi stasiun kembali relatif lengang.
Di sisi lain, sejumlah penumpang Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) juga terlihat naik dan turun di Stasiun BNI City. Hal ini lantaran Stasiun BNI City menjadi salah satu titik pemberhentian bagi pengguna KA Basoetta selain Stasiun Manggarai.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di Stasiun Karet. Area depan stasiun tampak lengang dan tidak terlihat penumpang yang masuk untuk menggunakan layanan KRL.
Sejumlah petugas stasiun dan satpam terlihat berjaga di sekitar pintu masuk Stasiun Karet. Spanduk pemberitahuan mengenai penutupan stasiun juga terpasang untuk mengarahkan calon penumpang menggunakan akses alternatif menuju Stasiun BNI City.
264 Perjalanan KRL Tetap Beroperasi
Meski Stasiun Karet tidak melayani naik dan turun penumpang, perjalanan KRL tetap berjalan seperti biasa. Sebanyak 264 perjalanan KRL lintas Kampung Bandan dan Cikarang tetap beroperasi tanpa perubahan.



