Banjir Sumatera Meluas, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta wilayah sekitarnya, membuat pasokan energi di Pulau Sumatera menjadi salah satu sektor yang paling kritis.

Di tengah kondisi tersebut, PT Pertamina (Persero) bergerak cepat menjaga distribusi BBM dan LPG tetap berjalan, sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron menegaskan bahwa seluruh lini usaha Pertamina dikerahkan untuk memastikan suplai energi tetap aman, terutama bagi daerah yang akses jalannya terputus atau terhambat akibat banjir besar.

“Pertamina menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang terjadi. Pertamina Group fokus pada penyediaan dan distribusi pasokan energi dan akan mengupayakan semua langkah, sehingga energi terutama BBM dan LPG dapat mencapai ke masyarakat,” katanya, dikutip Holopis.com di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

“Hal ini mewujudkan komitmen Pertamina dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” jelasnya.

Upaya Pertamina Amankan Pasokan Energi

Gelombang tinggi dan angin kencang akibat cuaca ekstrem di sekitar wilayah terdampak banjir menjadi tantangan terbesar dalam distribusi BBM.

Di area Single Point Mooring (SPM) Belawan, ombak tinggi bahkan sempat menghambat proses sandar kapal pengangkut BBM. Meski demikian, Pertamina memastikan dua kapal berhasil melakukan bongkar muat dalam beberapa hari terakhir.

Untuk memperluas jangkauan distribusi ke daerah yang terisolasi banjir, Pertamina juga mengirimkan helikopter Bell 412 EP milik PT Pelita Air Service dari Tangerang menuju Medan.

Heli tersebut membawa BBM dan bantuan lain, sekaligus bersiap menjalankan misi penerbangan darurat ke wilayah paling terdampak seperti Rantau, Lhokseumawe, dan Pangkalan Susu.

Dari jalur darat, Elnusa Petrofin memastikan armada mobil tangki tetap dapat mengirimkan BBM meski menghadapi medan yang sulit akibat banjir dan longsor. Operasional fasilitas energi seperti SPPBE Gunung Sitoli serta DPPU Sibolga dan Silangit juga dilaporkan dalam kondisi aman.

“Pertamina berkoordinasi dengan berbagai pihak agar mobil tangki dapat mendistribusikan BBM dengan aman dan tetap mengedepankan aspek safety” jelas Baron.

Pertamina Terapkan Skema Suplai Darurat

Pemantauan intensif dilakukan Pertamina Patra Niaga untuk menjaga suplai energi tetap optimal sepanjang masa tanggap darurat banjir.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa perusahaan menyesuaikan pola suplai sesuai kondisi lapangan.

“Kami melakukan pemantauan intensif dan penyesuaian pola suplai sesuai kondisi di lapangan, termasuk koordinasi erat dengan pemerintah daerah, aparat, serta pihak penanganan kebencanaan” ujar Roberth.

Untuk memastikan energi tetap tersedia di SPBU yang masuk kategori stok kritis, Pertamina melakukan alih suplai (RAE) Pertalite dan Biosolar dari Lhokseumawe, Siantar, dan Dumai.

Penyaluran produk alternatif seperti Pertamax dan Pertamina Dex juga dimaksimalkan sambil menunggu normalisasi pasokan utama.

Bantuan Kemanusiaan Digencarkan

Selain menjaga energi, Pertamina menggerakkan tim Pertamina Peduli yang terdiri dari relawan Perwira Pekerja Pertamina. Bantuan kemanusiaan telah disalurkan ke berbagai titik bencana berupa 600 boks mi instan, 50 karung beras 10 kg, 120 kardus air mineral, serta bantuan tambahan seperti biskuit, susu balita, popok bayi dan dewasa, selimut, dan handuk yang didampingi Perwira Pertamina Hulu Energi.

Unit usaha kesehatan PT Pertamina Bina Medika IHC juga mengonversi sebagian area Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan (Langkat) dan RS Pertamina Rantau (Aceh Tamiang) menjadi tempat pengungsian sementara bagi warga terdampak. Kedua rumah sakit tetap beroperasi untuk melayani kebutuhan kesehatan meski turut terimbas banjir.

“Seiring rasa keprihatinan Pertamina, bantuan ini merupakan langkah awal untuk dapat meringankan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di masa tanggap darurat,” tambah Baron.

Pertamina menegaskan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, BPBD, serta pemangku kepentingan terkait untuk memetakan kebutuhan prioritas di lapangan. Dukungan lanjutan akan disiapkan sesuai perkembangan kondisi banjir.

Sejak 13 November 2025, Pertamina telah mengaktifkan Satgas Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang memonitor kebutuhan energi nasional, termasuk kondisi infrastruktur distribusi di Sumatera yang terdampak bencana.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan, serta berhati-hati saat melintasi daerah banjir. Untuk pengaduan layanan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU