Perubahan tersebut menunjukkan bahwa dampak gangguan tidak hanya berkaitan dengan penerbangan menuju ibu kota Arab Saudi.
Sejumlah perjalanan menuju kota lain juga mengalami penyesuaian, bergantung pada rute dan keputusan operasional masing-masing maskapai.
Namun, informasi mengenai penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air yang masih beroperasi menuju Jeddah belum disertai penjelasan terperinci mengenai jalur aktual pesawat maupun kemungkinan perubahan rute untuk menghindari wilayah berisiko.
Situasi keamanan memburuk setelah Bandara Internasional Riyadh ditutup menyusul serangan pada Sabtu (10/10/2026).
Sehari berselang, proyektil kembali menghantam terminal penumpang bandara tersebut.
Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan itu.
Insiden tersebut kemudian menjadi pemicu gangguan operasional yang memengaruhi sejumlah penerbangan internasional.
Di tengah perkembangan tersebut, pemerintah Indonesia terus memantau dampaknya terhadap konektivitas penerbangan dari dan menuju Arab Saudi.
Koordinasi dilakukan bersama maskapai dan pemangku kepentingan terkait untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai operasional penerbangan.
Lukman menegaskan keselamatan dan keamanan menjadi perhatian utama pemerintah.
Penumpang yang terdampak perubahan perjalanan juga diharapkan memperoleh informasi serta penanganan yang jelas dari maskapai.
Pemerintah mengimbau calon penumpang yang hendak menuju Arab Saudi, khususnya pengguna penerbangan transit, untuk memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat.
Langkah tersebut penting karena penerbangan yang masih beroperasi pada satu rute tidak otomatis menjamin seluruh perjalanan lanjutan berlangsung normal.



