Dalam sambutannya, Anies menyampaikan harapan agar penghargaan itu tidak berhenti sebagai simbol kehormatan, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan London.
“Kami ini ingin penghargaan ini diperlakukan sebagai pintu, bukan piala. Semoga lewat pintu ini makin banyak walikota, insinyur, guru, dan anak muda Indonesia yang belajar ke London, dan London juga datang belajar ke kota-kota kita,” ungkapnya.
Anies kemudian menutup sambutannya dengan satu kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna freedom dalam bahasa Inggris.
Kata tersebut adalah “Merdeka”, seruan yang menurutnya telah diteriakkan bangsa Indonesia sejak 1945 dan terus digunakan untuk mengekspresikan kebahagiaan.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada London dan mengakhiri keterangannya dengan harapan dapat kembali bertemu di Jakarta.
“Terima kasih, London. Sampai jumpa di Jakarta,” pungkas Anies.



