Karena itu, anggrek jenis ini tidak bisa sembarangan diambil dari alam.
Penjual anggrek Paraphalaenopsis dari Evergreen Nursery, Iis, menjelaskan proses membesarkan tanaman tersebut membutuhkan waktu cukup panjang.
Tanaman yang baru dikeluarkan dari botol laboratorium, misalnya, masih membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2,5 tahun untuk tumbuh besar.
Sementara itu, Paraphalaenopsis denevei dapat membutuhkan waktu hingga sekitar lima tahun sebelum menghasilkan bunga.
Meski proses budidayanya membutuhkan waktu bertahun-tahun, anggrek ini tetap menjadi incaran kolektor.
Di FLOII Expo 2026, koleksi anggrek tersebut ditawarkan dengan harga mulai sekitar Rp100.000.
Sementara jenis langka hasil budidaya dibanderol mulai Rp600.000.
Harga tersebut tentu dapat berbeda tergantung jenis, ukuran, kondisi tanaman, serta proses budidayanya.
Bagi calon pembeli, aspek legalitas juga tidak kalah penting.
Anggrek bermarga Paraphalaenopsis yang diperjualbelikan sebaiknya merupakan hasil penangkaran atau budidaya laboratorium yang memiliki izin resmi dan dokumen berwenang dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Hal ini penting untuk memastikan tanaman yang dibeli bukan hasil pengambilan ilegal dari habitat alaminya.
Tren tanaman hias kini tidak hanya berkutat pada koleksi untuk mempercantik rumah.
Anggrek juga banyak dipilih sebagai hadiah.




