Anak Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Dokter Ungkap Apa yang Bisa Terjadi pada Otak

2 Shares

Karena itu, apabila seseorang benar-benar mengalami hipoksia berat, gangguan fungsi kognitif, termasuk memori, secara biologis memungkinkan terjadi.

Namun, hal tersebut tidak berarti setiap orang yang mengalami keracunan makanan akan mengalami gangguan ingatan.

Keracunan makanan dapat disebabkan oleh bakteri maupun toksin yang dihasilkan bakteri.

Beberapa bakteri yang dikenal dapat menyebabkan penyakit akibat makanan antara lain Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, dan Escherichia coli.

S. aureus, misalnya, dapat menghasilkan toksin yang menyebabkan gejala seperti mual, muntah, kram perut dan diare.

Sementara B. cereus juga dapat menyebabkan muntah atau diare akibat toksin tertentu.

Dalam kondisi keracunan yang berat, muntah dan diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah besar.

Dehidrasi berat kemudian dapat mengganggu tekanan darah dan sirkulasi tubuh.

Pada kondisi tertentu, gangguan tersebut dapat berpengaruh terhadap pasokan oksigen ke organ, termasuk otak.

Namun, penting untuk tidak melompat pada kesimpulan bahwa bakteri penyebab keracunan telah masuk ke otak.

Infeksi langsung pada sistem saraf pusat merupakan kondisi yang berbeda.

Bakteri tertentu memang dapat menyebabkan meningitis, ensefalitis, atau komplikasi neurologis, tetapi diperlukan pemeriksaan medis untuk memastikan hal tersebut.

“Jika seorang anak mengalami gangguan ingatan setelah diduga keracunan MBG, dokter perlu melihat keseluruhan kondisi pasien,” sebutnya.

2 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Gesha Yuliani Nattasya
Redaktur
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Redaktur
Redaktur
Redaktur
Administrator

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU