HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengaku tidak pernah mengganti nomor telepon selulernya selama 20 tahun. Hal itu disampaikannya ketika ditanya mengenai dugaan penyadapan terhadap sejumlah tokoh politik, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Herman mengatakan dirinya masih menggunakan nomor telepon yang sama dan tidak merasa khawatir dengan dugaan penyadapan tersebut.
“Saya saja sudah 20 tahun enggak ganti nomor handphone. Artinya saya merasa biasa-biasa saja,” kata Herman dalam keterangannya saat doorstop di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026).
Ia juga menilai tidak ada informasi penting dari komunikasi teleponnya yang dapat dimanfaatkan pihak lain untuk menyandera dirinya.
“Dan tentu kami juga merasa bahwa tidak ada hal yang penting dari telepon saya untuk diambil dan kemudian ini dijadikan sesuatu yang penyanderaan gitu,” ujarnya.
Meski tidak merasa khawatir, Herman menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan. Terlebih, komunikasi melalui telepon juga dapat berkaitan dengan pembahasan strategi dan masa depan partai.
“Jadi ya yang penting kita tidak melakukan hal-hal yang tentu melanggar terhadap aturan hukum,” tuturnya.
Herman kemudian menekankan bahwa sikap waspada tetap dibutuhkan di tengah mencuatnya dugaan penyadapan. Menurutnya, komunikasi internal partai merupakan hal yang perlu dijaga.
“Dan tetapi waspada penting karena bagaimanapun kan kita juga berbicara mengenai strategi partai berbicara mengenai masa depan partai,” ujarnya.
Ia mengatakan Partai Demokrat sejak awal telah mengantisipasi kemungkinan adanya penyadapan terhadap tokoh-tokoh politik. Karena itu, Herman meminta aparat kepolisian mengusut perkara tersebut secara profesional dan transparan.
“Kami sejak awal mengasumsikan memang ada penyadapan itu gitu ya. Dan kami tidak ingin suuzan sebetulnya tetapi ya kita berasumsi saja waspada bahwa itu bisa dilakukan,” jelasnya.
Herman juga menilai penyelidikan perlu mengungkap tujuan penyadapan serta pihak yang berada di balik tindakan tersebut.
“Dan tentu yang paling penting untuk apa penyadapan itu? Dan atas perintah siapa Kepentingannya apa?,” katanya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!