Super Flu Makin Eksis, Benarkah Lebih Berbahaya dari Flu Biasa?

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Istilah super flu tengah eksis, seiring meningkatnya kasus influenza di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan flu yang terasa lebih berat, lebih mudah menular, serta menimbulkan gejala yang bertahan lebih lama dibandingkan flu biasa.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengonfirmasi bahwa subtipe Influenza A H3N2 subclade K, yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan super flu, terdeteksi di 13 provinsi.

Lonjakan jumlah pasien juga dilaporkan terjadi di Jawa Timur. Kondisi ini sejalan dengan peningkatan aktivitas influenza di wilayah Asia Tenggara berdasarkan catatan WHO hingga minggu epidemiologi ke-35 tahun 2026.

Namun, muncul pertanyaan: apakah super flu benar-benar merupakan penyakit baru yang lebih berbahaya dibandingkan flu biasa?

Di dunia medis, sebenarnya tidak ada diagnosis penyakit yang secara khusus disebut super flu. Istilah tersebut lebih banyak digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika aktivitas atau penularan influenza meningkat.

Lembaga kesehatan seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut istilah super flu umumnya digunakan untuk menggambarkan musim influenza dengan tingkat penularan yang tinggi, yang sering kali dipicu dominasi virus influenza A, seperti subtipe H3N2.

Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan bahwa super flu bukan merupakan istilah medis, melainkan sebutan yang digunakan masyarakat untuk menggambarkan infeksi virus influenza A H3N2 subclade K.

Pada musim tertentu, virus influenza memang dapat menyebar lebih cepat atau menimbulkan gejala yang lebih berat, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki penyakit kronis.

Kondisi inilah yang kemudian banyak disebut masyarakat sebagai super flu. Namun secara medis, kondisi tersebut tetap merupakan infeksi influenza.

Beda Super Flu dan Flu Biasa

Pemahaman mengenai perbedaan influenza dengan flu biasa atau common cold penting agar masyarakat tidak keliru dalam mengenali gejala dan penanganannya.

Flu biasa dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus. Salah satu penyebab yang paling umum adalah rhinovirus.

Sementara itu, influenza secara khusus disebabkan oleh virus influenza, terutama tipe A dan B. Gejala flu biasa umumnya relatif ringan, seperti hidung meler atau tersumbat, bersin, batuk ringan, dan sakit tenggorokan. Pada orang dewasa, demam juga lebih jarang terjadi.

Berbeda dengan flu biasa, influenza yang belakangan kerap disebut super flu biasanya muncul secara tiba-tiba dengan gejala yang lebih berat.

Gejala tersebut dapat berupa demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, batuk kering, menggigil, hingga kelelahan.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU