Subclade K diketahui memiliki kemampuan evolusi yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat virus lebih mudah menyebar dan berpotensi meningkatkan jumlah kasus influenza di masyarakat.
Namun, peningkatan kasus influenza tidak hanya berkaitan dengan perubahan pada virus. Sejumlah faktor lain juga dapat berpengaruh, antara lain menurunnya kekebalan tubuh setelah pandemi, rendahnya cakupan vaksinasi influenza, serta perubahan pada virus influenza yang membuatnya lebih mudah menular.
Dengan demikian, istilah super flu tidak serta-merta menunjukkan munculnya penyakit baru. Sebutan tersebut lebih menggambarkan infeksi influenza yang pada kondisi tertentu dapat menyebar lebih cepat atau menimbulkan gejala lebih berat.
Cara Mencegah Super Flu
Risiko tertular flu biasa maupun influenza tetap dapat dikurangi dengan menerapkan sejumlah langkah pencegahan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir.
- Menggunakan masker saat sedang sakit atau ketika berada di kerumunan.
- Menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung.
- Mencukupi waktu istirahat.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Mendapatkan vaksin influenza tahunan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Masyarakat juga perlu memperhatikan perkembangan gejala. Pemeriksaan ke dokter dianjurkan apabila mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, sesak napas, nyeri dada, muntah hebat, atau gejala flu yang semakin memburuk setelah beberapa hari.
Penanganan medis secara cepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi akibat influenza.
Dengan demikian, super flu yang ramai disebut masyarakat bukanlah diagnosis medis tersendiri. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan kondisi influenza yang dapat mengalami peningkatan penularan maupun gejala yang lebih berat pada situasi tertentu.



